ETF Ini Diklaim Mampu Optimalkan Imbal Hasil Portofolio Investor

Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, valuasi dan histori pembayaran dividen di sektor perbankan membuka peluang bagi investor untuk mengoptimalkan imbal hasil portofolionya.

Salah satunya bisa melalui produk Exchange Traded Fund (ETF) yang diluncurkan Indo Premier Investment Management, yakni Reksa Dana Indeks Premier ETF IDX-PEFINDO Prime Bank (XIPB).

“ETF ini memberikan eksposur ke sektor perbankan yang tumbuh dan resilien, serta menciptakan nilai tambah bagi investor untuk dapat mengoptimalkan imbal hasil portofolionya,” kata Noviono Darmosusilo, Direktur Indo Premier Investment Management (IPIM), dalam peluncuran Reksa Dana Indeks Premier ETF IDX-PEFINDO Prime Bank (XIPB) di Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/2/2025).

Ia menjelaskan, sebagai pelopor Reksa Dana ETF saham di Indonesia sejak 2007, IPIM senantiasa berinovasi dalam menghadirkan produk-produk ETF yang memberikan kemudahan investasi bagi para investor.

Baca juga : Catat! Ini 5 Alasan Pentingnya Meninjau Kinerja Reksa Dana Secara Berkala

“Dengan karakteristik ETF yang mencerminkan kinerja pasar secara konsisten, transparansi portofolio, likuiditas tinggi, serta biaya pengelolaan yang lebih rendah, ETF telah menjadi solusi investasi yang adaptif terhadap Pasar Modal Indonesia yang semakin dinamis,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam satu dekade terakhir, reksa dana indeks dan ETF mengalami pertumbuhan pesat. Di mana, rareta pertumbuhan total dana kelolaan tahunan mencapai 28,90 persen selama periode 2014-2024.

Saat ini, IPIM mengelola tidak kurang dari 65 persen total dana kelolaan ETF saham di Indonesia, menjadikannya sebagai pemimpin pasar dalam industri ini.

Sementara itu, sektor perbankan Indonesia memiliki fundamental yang kuat, dengan kontribusi laba sektor perbankan yang mencapai 47 persen dari total laba emiten di IHSG, dengan kapitalisasi pasar sektor perbankan sebesar 27,05 persen dari kapitalisasi pasar IHSG. Hal ini menjadikan sektor perbankan sebagai penggerak utama kinerja IHSG.

Baca juga : Avrist Asset Management Catat Pertumbuhan Positif Investor Reksa Dana, Ini Pendorongnya

“XIPB berfokus pada konstituen saham sektor perbankan yang memiliki peringkat investment grade, likuiditas transaksi tinggi, serta kinerja keuangan yang solid. Metodologi pemilihan konstituen XIPB mempertimbangkan peringkat, kapasitas bersaing, kapitalisasi pasar, likuiditas, serta valuasi saham, menjadikannya pilihan investasi utama bagi investor yang ingin mendapatkan manfaat investasi  pada sektor perbankan.” bebernya.

Sementara, Direktur Indo Premier Sekuritas, Soehianto menambahkan, XIPB dilengkapi dengan fitur unggulan Power Fund Series (PFS), yang memungkinkan investor untuk berinvestasi dengan nominal yang sangat terjangkau. 

“Hanya dengan satu klik atau satu order, investor dapat memiliki portofolio saham perbankan unggulan yang berfundamental baik dan memiliki likuiditas tinggi,” ujarny.

ETF atau Reksa Dana Bursa memiliki beberapa keunggulan utama. Salah satunya, perdagangan real-time, di mana investor tidak perlu menunggu Nilai Aktiva Bersih (NAB) di akhir hari karena ETF dapat diperjualbelikan selama jam perdagangan di Bursa Efek Indonesia, menggunakan indikatif NAB.

Lalu, diversifikasi Portofolio Secara Instan. ETF saham terdiri dari portofolio saham unggulan, sehingga membantu mengurangi volatilitas dan risiko investasi dibandingkan dengan membeli satuan saham secara langsung.

“Instrumen investasi ETF semakin digemari oleh investor, baik ritel maupun institusi, karena kemudahan transaksi yang ditawarkan, termasuk transparansi, real-time NAV, likuiditas pasar yang tinggi, dan efisiensi biaya, serta eksekusi cepat melalui teknologi mutakhir, yang terangnya,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Kondisi Menantang, Begini Stategi Bisnis Bank Mandiri pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More

4 mins ago

IHSG Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Posisi 8.103

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More

22 mins ago

Tragedi Siswa SD di NTT: Potret Gelap Masalah Keuangan Keluarga

Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More

31 mins ago

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More

1 hour ago

Debt Collector Punya Peran Krusial Jaga Stabilitas Industri Keuangan

Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More

1 hour ago

DPLK Avrist Catat Aset Kelolaan Rp1,32 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More

2 hours ago