Petrokimia Gresik Beri Bantuan 12.000 Paket Beras ke Warga Jatim

Petrokimia Gresik Beri Bantuan 12.000 Paket Beras ke Warga Jatim

Jakarta – Sebagai Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid-19 BUMN Jawa Timur (Jatim), Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali memberikan bantuan 12.000 paket beras untuk masyarakat Jatim dan 2 (dua) isolation transport kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo.

Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Suban Wahyudiono serta disaksikan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya, Selasa (19/5).

Rahmad menjelaskan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir telah menginstruksikan agar BUMN secara proaktif dan serius membantu pemerintah dalam untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19, sekaligus penanggulangan dampaknya di berbagai aspek. “Untuk itu, selain memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, Petrokimia Gresik bersama Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jatim juga memberikan bantuan beras maupun paket sembako untuk masyarakat Jatim,” ujar Rahmad melalui keterangan resminya, Jumat 22 Mei 2020.

Bantuan ini penting mengingat menjelang lebaran biasanya kebutuhan masyarakat semakin tinggi, namun di sisi lain Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Gresik, Surabaya dan Sidoarjo diperpanjang hingga 25 Mei 2020, sehingga kegiatan perekonomian masyarakat pun dibatasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain paket sembako, dua isolation transport untuk RSUD dr. Soetomo juga diserahkan Petrokimia Gresik melalui Pemprov Jatim. Isolation transport ini merupakan salah satu unit vital dalam penanganan pasien positif Covid-19, untuk mencegah penularan virus corona terhadap tenaga medis, disamping APD.

Lebih lanjut Rahmad menjelaskan, hal ini menjadi sangat penting mengingat tenaga medis adalah garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19, dan kasus positif Covid-19 di Jatim terus menigkat tiap harinya. Berdasarkan data Pemprov Jatim, kasus terkonfirmasi hingga Selasa malam mencapai 2.372 atau terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta.

“Kita harus bersama-sama melindungi tenaga medis, mengingat sudah puluhan diantaranya meninggal usai menangani kasus Covid-19,” tandas Rahmad.

Kegiatan ini melengkapi bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik melalui Pemprov Jatim. Sebelumnya, Petrokimia Gresik bersama anggota Satgas lainnya telah menyalurkan bantuan APD berupa masker medis, masker N95, nitril gloves, baju pelindung, sepatu boot, pelindung wajah, hand scoon non steril, dan apron plastik.

Sebelumnya, Petrokimia Gresik juga menyalurkan bantuan ke beberapa daerah lainnya di Jatim, Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng), antara lain 1.000 paket sembako untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, 60 ton beras untuk masyarakat sekitar perusahaan (MSP), 7 (tujuh) ton beras untuk masyarakat Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten dan Kota Mojokerto, serta bantuan untuk 28 yayasan panti asuhan yang ada di Gresik.

Selain itu, untuk wilayah Jateng, bantuan sebanyak 7 (tujuh) ton beras diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pati dan 18 ton beras untuk masyarakat Kabupaten Temanggung. Sedangkan di wilayah Jabar, Petrokimia Gresik menyumbangkan 4 (empat) ton beras untuk masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dan 6 (enam) ton beras untuk warga Kabupaten Garut.

Sejumlah bantuan ini secara simbolis diserahkan di Posko Command Center BUMN Jatim, di Sarana Olahraga Tri Dharma Petrokimia Gresik, Senin (18/5).

Rahmad berharap, seluruh bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik maupun Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jatim untuk masyarakat dan tenaga medis dapat bermanfaat serta berkontribusi dalam membantu pemerintah memutus mata rantai penularan Covid-19.

Dalam kesempatan yang sama, Rahmad juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudik, mengingat saat ini adalah pekan terakhir Ramadan. “Kita harus melindungi keluarga di kampung halaman dari penularan Covid-19 dengan tidak mudik saat lebaran. Ini dibutuhkan kesadaran dan kontribusi bersama,” tutup Rahmad. (*)

Editor: Rezkiana Np

Leave a Reply

Your email address will not be published.