Subang – Gencarnya arus transformasi digital menuntut setiap perusahaan untuk memperkuat sistem keamanan data. ESET sebagai penyedia layanan antivirus turut memfasilitasi penguatan sistem keamanan data melalui pengelolaan keamanan siber terpadu via komputasi awan (cloud computing), ESET Cloud ID.
IT Security Consultan PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengungkapkan bahwa sistem cloud computing memiliki beberapa kelebihan. Selain standar keamanan data yang lebih tinggi, menurutnya dengan cloud computing lokal seperti ESET Cloud ID, perusahaan juga memiliki fleksibilitas dalam memantau keamanan data sehingga meningkatkan efisiensi dan efektifitas.
“Saat ini banyak perusahaan yang menggunakan server cloud computing di luar negeri, yang artinya mengkonsumsi penggunaan. bandwidth koneksi internasional, yang masih terbilang mahal di Indonesia. Dengan server cloud lokal ESET, perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dari segi keamanan dan biaya,” ujar Yudhi pada pemaparannya, di Subang, Kamis, 27 Februari 2020.
Yudhi menambahkan teknologi cloud computing membawa perubahan besar bagi dunia termasuk di Indonesia dalam perkembangan industri 4.0. Ia menilai, pemindahan pengelolaan keamanan ke cloud computing merupakan pilihan logis setiap perusahaan di era industri 4.0.
“Dengan meningkatnya berbagai ancaman di dunia siber, keputusan untuk mengelola keamanan via cloud harus menjadi prioritas demi menjaga keberlangsungan perusahaan untuk jangka panjang,” ucapnya. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More