Nasional

Erick Thohir Tunjuk Mantan Bos BNI Jadi Dirut ID FOOD, Ini Sosoknya

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir merombak jajaran direksi holding BUMN Pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD. Sis Apik Wijayanto ditunjuk sebagai Direktur Utama ID FOOD menggantikan posisi Frans Marganda Tambunan.

Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-115/MBU/05/2024, tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Rajawali Nusantara Indonesia, yang dilaksanakan, Kamis, 17 Mei 2024, di Jakarta. 

Selain itu, penetapan ini sejalan dengan upaya Kementerian BUMN dalam memperkuat peran ID FOOD sebagai holding BUMN Pangan serta mendorong percepatan transformasi perusahaan menuju holding pangan yang berdaya saing global. 

Baca juga : Erick Thohir Angkat Nawal Nely Jadi Komisaris PLN, Berikut Susunan Barunya

Profil Sis Apik Wijayanto

Sis Apik Wijayanto dikenal sebagai sosok bankir senior di Tanah Air. Dia telah malang melintang di perbankan pelat merah.

Pria kelahiran Blitar ini, mengawali karier profesionalnya di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada 1989 sebagai Officer Development Program. Sejumlah jabatan strategis juga pernah diembannya di bank “Raja Kredit UMKM” ini.

Sis Apik pernah dipercaya tugas sebagai Wakil Pemimpin Kantor Wilayah Yogyakarta BRI. Kariernya terus menanjak, hingga akhirnya diangkat jadi Pemimpin Cabang Khusus BRI, hingga mengemban tugas sebagai Pemimpin Kantor Wilayah Jakarta II pada 2012-2014.

Setahun kemudian, Sis Apik ditunjuk menjadi Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) pada 2015.

Hanya selang satu tahun, dirinya kembali berlabuh ke BRI sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan & BUMN pada 2017 hingga akhirnya merapat sebagai direksi BBNI pada 2019. 

Angkat Direksi Baru

Melalui SK tersebut Kementerian BUMN juga menetapkan Susana Indah Kris Indriati sebagai Direktur Keuangan dan Strategi. Posisi tersebut sebelumnya dijabat oleh Thomas Hadinata. 

Susana Indah Kris Indriati sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Corporate Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

Selain itu, Kementerian BUMN juga menetapkan Sjamsul Hidayat Safwan sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Legal ID FOOD. Sebelumnya bidang Manajemen Risiko berada di bawah Direktur Strategi, Aset, dan Manajemen Risiko yang dijabat oleh Dirgayuza Setiawan. 

Sjamsul Hidayat Safwan sebelumnya pernah menjabat sebagai Enterprise & Commercial Remedial & Recovery Division Head di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 

Baca juga : Erick Thohir: Pembelian Dolar oleh BUMN Dilakukan Secara Optimal, Terukur dan Sesuai Kebutuhan

Melalui penetapan tersebut, susunan Direksi PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD per tanggal 16 Mei 2024 menjadi sebagai berikut: 

  • Direktur Utama: Sis Apik Wijayanto
  • Direktur Keuangan dan Strategi: Susana Indah Kris Indriati
  • Direktur Manajemen Risiko dan Legal: Sjamsul Hidayat Safwan
  • Direktur Komersial: Nina Sulistyowati
  • Direktur Supply Chain Management dan Teknologi Informasi: Bernadetta Raras
  • Direktur Sumber Daya Manusia: Yossi Istanto

VP Sekretaris Perusahaan ID FOOD Yosdian Adi Pramono mengatakan, dengan susunan Direksi yang telah ditetapkan ID FOOD siap melanjutkan transformasi menyeluruh sebagai produsen pangan nasional yang berkualitas dan berdaya saing. 

“ID FOOD juga akan terus melakukan inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan kinerja serta kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung penguatan ekosistem pangan nasional,” pungkasnya. (*)

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

4 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

5 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

5 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

10 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

18 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

19 hours ago