Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, telah menghadiri rapat dengan Komisi VI DPR RI. Dalam rapat itu dibahas antara lain mengenai dukungan Pemerintah terhadap IPO PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL/Mitratel).
Erick mengemukakan, IPO Mitratel sudah dilakukan pada tanggal 22 November 2021. Pasca IPO, anak perusahaan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) itu masih mengalami tekanan. Tapi, perbaikan akan terus dilakukan.
“Kalau kita lihat pada tahun 2021, ada Mitratel yang sudah IPO. Memang hari ini masih mendapat tekanan. Tapi kita confident, akan terus melakukan perbaikan,” katanya.
Menurut Erick, sebagai provider di bidang bisnis penyediaan menara pemancar telekomunikasi dan infrastruktur, Mitratel akan terus bekerjasama dengan Kementerian KOMINFO untuk menjangkau daerah-daerah yang belum mendapatkan WiFi atau mendapatkan akses digital.
“Kita tahu, kita sedang menghadapi 2nd wave digital hari ini, dimana edu-tech, health tech akan masuk. Kemarin, kita ribut mengenai pinjaman online (pinjol), salah satunya. Ya itu juga fintech, yang suka tidak suka akan masuk menjadi penetrasi yang harus kita seimbangkan. Karena itu, Mitratel kita posisikan untuk terus ekspansi, tapi juga memperkuat fondasi pada digital nasional kita,” papar Erick.
Mitratel melakukan IPO tidak saja ingin memperkuat keuangan, tapi juga infrastrukturnya.
“Kalau kita lihat dari impactnya untuk Telkomnya sendiri, Alhamdulillah. Dengan perubahan strategi daripada Telkom yang sekarang lebih kepada B2B, dimana Telkom lebih memperkuat infastruktur seperti fiber optic, tower, data center, cloud, yang memang kedepan sangat diperlukan sebagai ketahanan kepada digital nasional. Kita bisa lihat sekarang, Telkom secara valuasi sudah tembus Rp411 triliun. Itu terbaik selama sejarah Telkom berdiri, jadi remodeling Telkom dan juga penguatan anak-anak perusahaan seperti Mitratel untuk IPO ini membuat struktur daripada Telkom itu sendiri,” tegas Erick. (*)
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More