Jakarta – Perbankan tidak boleh ketinggalan dalam beradaptasi dengan zaman yang terus berubah dan tren perubahan yang kian cepat. Perbankan harus terus mengikuti perkembangan teknologi digital yang ada. Jika tidak, bank akan tertinggal dan tak mampu berkompetisi.
Gunawan Susanto, President Director IBM Indonesia mengatakan, sejalan dengan perkembangan teknologi sekarang ini, para nasabah bank bisa duduk tenang sambil melakukan aktivitasnya dan tidak perlu meninggalkan kursinya hanya untuk bertransaksi, karena telepon pintarnya telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas layanan keuangan yang real time online.
Adanya fenomena ini, kata dia, mendorong perbankan untuk terus mengembangkan layanan digital bankingnya, sehingga mampu mengimbangi perkembangan teknologi serta menjawab kebutuhan para nasabahnya. Sejauh ini, layanan digital bank telah mempermudah nasabah untuk bertransaksi yang lebih efisien dan tak memakan waktu.
“Trendnya adalah melihat bagaimana bank kemudian berubah untuk mereka transformasi utk mengikuti perkembangan zaman. Karena kalau tidak, pasti akan kalah dalam kompetisinya,” ujar Gunawan kepada Infobanknews.com, usai acara Infobank Banking Forum bekerjasama dengan IBM, di Jakarta, Kamis, 8 Desember 2016.
Dalam perkembangan teknologi, ada dua istilah yang mendasar yakni front-end dan back-end, yaitu secara tampilan dan secara teknologi. Secara tampilan, frontend adalah tampilan sebuah website yang bisa dikunjungi oleh siapa pun melalui internet. Sedangkan backend adalah tampilan khusus yang dibuat untuk me-manage website
Gunawan mengungkapkan, melihat beberapa istilah tersebut, perbankan harus mulai merubah cara untuk berinteraksi dengan nasabahnya. Misalnya, melalui sosial media yang ada, maupun chat Box. Dengan cara ini, tentu memudahkan para nasabah untuk mendapatkan informasi baik dari produk bank itu sendiri maupun keluhan nasabah.
“Bank harus merubah cara bank berinteraksi dengan nasabah. Nah itu banyak hal yang saat ini dari banyak sisi. Jasi mulai dari back-end, front-end bahkan dari yang ditengah-tengahnya juga. Tentunya sekuriti harga matilah, harus perlu di improve,” ucap Gunawan.
Perkembangan teknologi yang ada, harus membuat bank-bank berpikir keras untuk bagiamana mereka menjadi relevan di masa depan. “Nah, perubahan-perubahan itu harus dilakukan mau dari mana terserah, yang penting harus cepat. Perbankan di Indonesia harus bener-benar siap dari pelaku industrinya,” tutup Gunawan. (*)
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga BANK Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca pembayaran Indonesia… Read More
Poin Penting Reformasi OJK dan BEI diyakini memperkuat pasar modal, meningkatkan transparansi, tata kelola, dan… Read More
Poin Penting BRI mencatat laba Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,26 persen yoy, sementara kredit… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 hari ini anjlok Rp28.000 ke Rp3.057.000 per gram, sementara UBS… Read More
Poin Penting Rupiah hari ini dibuka menguat ke Rp16.755 per dolar AS, naik 0,27 persen… Read More