Categories: News UpdatePerbankan

Era Digital, SDM Perbankan Perlu Dimilenialkan

Jakarta – Disrupsi digital tidak hanya merubah teknologi perbankan, tetapi juga harus merubah human capital atau sumber daya manusia (SDM), terutama jajaran leaders di perbankan. Perubahan tersebut, terdiri dari membuat SDM di internal perbankan, untuk berpikir seperti generasi milenial.

Hal ini diungkapkan oleh Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Commonwealth Bank Indonesia, dalam acara yang diselenggarakan Infobank bertajuk “3rd Infobank Top 100 Bankers” dengan tema “Executive Lectures: Understanding the Influences of Financial Technology and Millenial Effect for Human Capital Management in Banking Industry” di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis, 28 November 2019.

Menurut Lauren, transformasi digital, tidak hanya merekrut generasi milenial sebanyak-banyaknya agar transformasi itu berlangsung dengan cepat, tapi yang paling penting adalah bagaimana me-milenialkan orang-orang di internal perbankan yang belum berpikir secara milenial.

“Karena di Commonwealth Bank, pelajaran tentang digital, tentang agile, itu harus. Jadi, melakukan pelatihan ke pemimpin-pemimpin dan existing bankir yang ada. Bahaya kalau kita hire banyak milenial, padahal pemimpinnya belum ngerti. Leaders dulu dimilenialkan. Kalau belum berubah, nanti milenialnya malah jadi tradisional,” ujar Lauren.

Selain itu, ia mengungkapkan ada tiga pilar yang dijalankan Commonwealth Bank, dalam menghadapi gempuran disrupsi digital, yakni merubah culture, talent, dan teknologi.

“Dengan tiga pilar ini, membantu transformasi di Commonwealth Bank menjadi smooth dan bisa rasakan dampaknya relatif cepat dalam waktu tiga tahun, serta mencapai banyak sekali milestone yang kami banggakan,” tambahnya.

Kedepannya, Lauren menekankan, perbankan harus bisa menyelesaikan tantangan disrupsi kedepan, diantaranya, existing leaders with “traditional” banking mindset, legacy employees in their “comfort zone” dan new workfoce consist of highly motivated, hungry for innovation and everything new. (Ayu Utami)

Dwitya Putra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

7 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

8 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

8 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

8 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

12 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

15 hours ago