Categories: Ekonomi dan Bisnis

Emporia Digital Raya Perkuat UMKM Melalui Ekosistem Digital

Jakarta – Emporia Digital Raya (EDR), anak usaha PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC),  terus berupaya untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM). Presiden Direktur EDR Paulinus Koesoemo mengungkapkan, salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui integrasi mitra dengan ekosistem digital yang disediakan oleh perusahaan.

Paulinus mengungkapkan, perusahaan saat ini tengah fokus membangun ekosistem UMKM yang berada di daerah-daerah Jawa Tengah melalui aplikasi IKI Mitra. Hingga kini, EDR sudah membantu lebih dari 100 ribu mitra yang tersebar di daerah.

Saat ini, Emporia rutin memberikan edukasi pada para pelaku UMKM yang ada di daerah, menyambungkan pelaku ke ekosistem penjualan digital yang terhubung ke toko dan agen yang ada, dan menyediakan fasilitas pinjaman melalui layanan peer-to-peer lending, IKI Modal. Semuanya terhubung dalam ekosistem EDR.

“Ekosistem, yang paling penting bagi kita adalah ekosistem digital dan close look. Kita kan memang berkembang dari kemitraaan dan kalau tidak masuk di ekosistem, kita tidak mungkin tahu performance masing-masing UMKM. Memang di satu sisi, kita harus punya produk yang bagus, kalau tidak bagus tidak ada yang mau masuk di ekosistem kita,” jelasnya kepada Infobank beberapa waktu lalu.

Adapun IKI Mitra saat ini telah hadir di lebih dari 200 kota/kabupaten di Indonesia seperti di Tangerang, Jabodetabek, Yogyakarta, Semarang, Kendal, Karanganyar, Lebak, Serang, Kupang, Gorontalo, Malang, dan beberapa kota lainnya.

Sementara itu, layanan P2P lending IKI Modal juga terus dikembangkan untuk memberi kemudahan akses pinjaman kepada mitra dan nasabah. Pada Agustus lalu, IKI Modal sudah mendapatkan izin untuk beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Layanan ini sudah membantu sebanyak 5 ribu peminjam dalam waktu singkat.

“Emporia ingin jadikan UMKM sebagai mitra, setelah produktif, kita berikan IKI Modal. Seperti di awal kami fokus ke ekosistem internal. Saat ini, kita belum menyasar yang di luar,” ucap Paulinus. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

3 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

6 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

60 mins ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

1 hour ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

2 hours ago