Jakarta – Pandemi Covid-19 membuat bisnis UMKM paling terpukul akibat perlambatan ekonomi. Bahkan, empat kendala utama masih membayangi bisnis UMKM ditengah lesunya daya beli.
Hal tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) Blibli.com, Kusumo Martanto saat diskusi virtual pada webinar Pekan UKM Internasional yang dilaksanakan Bank BRI berkolaborasi dengan International Council for Small Business (ICSB). Menurutnya, pelaku UMKM harus bisa melewati perlambatan ekonomi.
“Kendala pengusaha pertama yakni cash flow yang terhambat ditengah PSBB. Pelaku UMKM harus bisa memanage cash flow kala kita gak bisa buka toko lagi di mall tapi harus tetap bayar karyawan,” kata Kusumo di Jakarta, Kamis 11 Juni 2020.
Kedua, tambah Kusumo, perlambatan ekonomi bukan hanya terjadi di Indonesia namun juga terjadi di dunia. Oleh karena itu kendala yang terjadi adalah bahan baku yang terlambat untuk diterima maupun pengiriman eksport yang terkndala lockdown di berbagai negara.
Kendala ketiga, pelaku UMKM juga harus bisa menjaga kualitas ditengah persaingan yang semakin berkembang. Oleh karena itu, ditengah ekonomi yang melambat kualitas harus tetap dijaga. Dan terakhir literasi digital baik penjual dan pembeli juga harus dijalankan ditengah kebutuhan masyarakat untuk berbelanja.
“Kita lihat tantangan UMKM ialah digital literasi. Dari 60 juta lebih UMKM masih 15 hingga 20 persen yang sudah mengenal digital ini harus ditingkarkan,” tukasnya. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More
Poin Penting Bank Panin mencatatkan laba bersih Rp2,87 triliun, naik tipis 0,13 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting BNI siapkan uang tunai Rp23,97 triliun untuk kebutuhan transaksi Ramadan dan Lebaran 2026… Read More