Categories: Perbankan

Empat Bank BUMN Siap Biayai Faskes BPJS

Jakarta–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Tentang Pembiayaan Tagihan Fasilitas Kesehatan Mitra BPJS. Fasilitas pembiayaan oleh bank dapat diperoleh oleh fasilitas kesehatan (faskes) khususnya tingkat lanjutan swasta.

Program pembiayaan tagihan faskes mitra BPJS Kesehatan (Supply Chain Financing) merupakan program pembiayaan oleh bank yang khusus diberikan kepada faskes mitra BPJD Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran.

“Ini menyelesaikan masalah financing, karena uangnya sebenarnya ada namun butuh proses verifikasi,”kata Plt. Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris di Jakarta, Rabu, 20 Januari 2016.

Sesuai dengan peraturan yang ada, BPJS Kesehatan berkewajiban membayar tagihan faskes tingkat lanjutan maksimal N+15 hari sejak dokumen klaim diterima lengkap sesuai Pasal 38 Perpres No 12 Tahun 2013. Faskes tingkat lanjutan dalam hal ini Rumah Sakit membutuhkan dana pembayaran klaim BPJS Kesehatan segera untuk belanja obat, alat medis, jasa medis dan operasional lainnya.

“Semoga supply chain financing ini dapat segera kita realisasikan agar pembayaran tagihan faskes dapat dilakukan tepat waktu, dan likuiditas keuangan tingkat lanjutan dapt terjaga, sehingga pelayanan kesehatan terhadap perserta BPJS Kesehatan di faskes tingkat lanjutan juga dapat ditingkatkan secara berkesinambungan,” sambung Fahmi.

Direktur Korporasi Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan Bank Mandiri siap menyalurkan pembiayaan bagi mata rantai BPJS, termasuk untuk fasilitas-fasilitas kesehatan BPJS. Menurutnya Bank Mandiri akan menyediakan dana talangan bagi Rumah Sakit fasilitas kesehatan BPJS Kesehatan dengan bunga yang murah.

“Saya kira ini murah ya karena jangka pendek dan pasti akan dibayar oleh Pemerintah lewat BPJS,” kata Royke dalam kesempatan yang sama. (*) Ria Martati

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

13 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

15 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

1 hour ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

2 hours ago