Poin Penting
- Laba DSNG naik 15 persen yoy jadi Rp421 miliar, ditopang pendapatan Rp2,9 triliun (+8 persen) dan penjualan CPO
- Produksi DSNG naik, namun beban juga meningkat; efisiensi bunga bantu laba
- Segmen non-sawit melemah, replanting 5.000 ha dan aset Rp17,7 triliun.
Jakarta – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan pertumbuhan kinerja positif pada kuartal I 2026. Emiten kelapa sawit ini berhasil membukukan laba Rp421 miliar, tumbuh 15 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari tahun sebelumnya.
Capaian laba tersebut ditopang oleh pendapatan perseroan yang tumbuh 8 persen yoy menjadi Rp2,9 triliun di Maret 2026.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyampaikan segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perseroan, di mana penjualan CPO meningkat 18 persen.
Meski demikian, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) mengalami penurunan sekitar 3 persen pada kuartal I 2026.
“Perseroan menyiapkan berbagai langkah startegis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000-an hektare,” ucap Andrianto dalam keterangan resmi dikutip, 28 April 2026.
Baca juga: Laba Antam Melesat 58 Persen jadi Rp3,66 Triliun di Kuartal I 2026
Lebih lanjut, di tengah peningkatan pendapatan, beban pokok penjualan juga meningkat 10 persen yoy menjadi Rp2 triliun seiring peningkatan volume penjualan CPO.
Namun, upaya perseroan dalam melakukan deleveraging telah membuahkan hasil dengan turunnya biaya bunga pinjaman yang berdampak pada peningkatan laba perseroan.
Dari sisi produksi, perseroan mencatatkan produksi TBS sebesar 492 ribu ton atau meningkat 2,7 persen yoy. Ini didukung oleh pertumbuhan produksi TBS kebun plasma sebesar 6,2 persen yoy, sementara kebun inti meningkat 1,8 persen yoy.
Selain itu, produksi CPO tercatat meningkat 2,1 persen menjadi 141 ribu ton, diikuti Palm Kernel (PK) 2,9 persen yoy sebesar 27 ribu ton, dan Palm Kernel Oil (PKO) 5,7 persen yoy sebesar 8,5 ribu ton.
Kinerja operasional tercermin dari Oil Extraction Rate (OER) yang tercatat sebesar 23,32 persen, serta tingkat Free Fatty Acid (FFA) di kisaran 3 persen.
Adapun, pada segmen industri kayu, tekanan pasar global main berlanjut hingga kuartal 1 2026. Sehingga, perseroan mencatatkan penjualan panel kayu sebesar 26 ribu m3, dan engineered flooring mencatatkan volume penjualan sebesar 56.000 m2.
Baca juga: Trisula Textile Industries Bidik Laba 2026 Tumbuh 8 Persen, Begini Strateginya
Berdasarkan kinerja tersebut, baik panel maupun engineered flooring mengalami penurunan volume penjualan masing-masing 11,5 persen dan 63,2 persen yoy.
Di sisi segmen energi terbarukan, pendapatan tercatat sebesar Rp40,2 miliar atau turun 8,4 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hingga 31 Maret 2026, total aset DSNG tercatat sebesar Rp17,7 triliun atau meningkat 0,8 persen yoy, dengan liabilitas Rp5,7 triliun dan ekuitas Rp12 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama








