Emiten Ritel Sinar Eka Selaras (ERAL) Raih Laba Bersih Rp42 Miliar, Ini Penopangnya

Jakarta – PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) telah melaporkan kinerja keuangan yang positif untuk kuartal I 2025, dengan raihan laba bersih sebesar Rp42 miliar atau naik tipis 3,2 persen dari Rp41 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan net profit margin sebesar 3,1 persen.

Direktur Perseroan ERAL, Suryawati, mengatakan bahwa laba bersih tersebut ditopang oleh penjualan bersih yang diraih Perseroan mencapai Rp1,37 triliun di kuartal I 2025 atau naik 25,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,09 triliun.

“Gross profit yang dibukukan di kuartal pertama tahun 2025 juga mencapai Rp224 miliar, dengan gross profit margin sebesar 16,4 persen,” ucap Suryawati dalam Paparan Publik di Jakarta, 5 Juni 2025.

Baca juga: Lippo General Insurance Terbitkan Polis Kendaraan Tanpa Survei, Langsung dari Ponsel

Lebih lanjut, dari sisi operating profit juga mengalami pertumbuhan double digit, yakni sebesar 28,9 persen menjadi Rp58 miliar di kuartal I 2025 dari periode tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp45 miliar.

“Untuk segmen retail, sales kami tumbuh sebesar 44,29 persen (secara kuartalan) untuk kuartal pertama tahun 2025 dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2024,” imbuhnya.

Adapun dari sisi current ratio, pada kuartal I 2025 ini, Perseroan mengalami peningkatan menjadi 2,6 persen, yang mencerminkan likuiditas perusahaan yang tetap terjaga dengan baik, lalu untuk rasio bank debt to equity, terjaga di level 0, yang diartikan bahwa perusahaan tidak memiliki hutang bank, sehingga struktur permodalan tetap sehat dan konservatif.

Baca juga: Meski 319 Saham Merah, IHSG Sesi I Ditutup pada Level 7.120

Selain itu untuk average inventory day, mengalami kenaikan dari 59 menjadi 62 hari, disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah persediaan yang dikelola seiring dengan penambahan jumlah toko dan brand pada tahun 2025 ini.

Sementara, pada average trade receivable days, tercatat membaik dari 29 hari menjadi 27 hari, dalam hal ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk menagih pihutang dapat lebih baik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Di sisi lain, average trade payable days juga meningkat dari 31 hari menjadi 39 hari, itu menunjukkan bahwa adanya perbaikan dalam pengelolaan kewajiban Perseroan dan memberikan ruang likuiditas yang lebih besar untuk perseroan dalam mengelola cash-nya.

“Dengan perkembangan tersebut, cash conversion cycle berhasil menjadi 50 hari, yang menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam pengelolaan modal kerja,” tutup Suryawati. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

3 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

3 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

3 hours ago

YLKI Yakin Satgas Ramadan Pertamina Mampu Jaga Pasokan BBM dan LPG saat Mudik Lebaran 2026

Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More

3 hours ago

Geopolitik Perdamaian 2026

Oleh Muhammad Edhie Purnawan, Staf Pengajar FEB UGM dan Ketua Bidang International Affairs PP ISEI… Read More

4 hours ago

Beli Sukuk Ritel SR024 Pakai wondr by BNI Bisa Dapat Cash Back Sampai Rp29 Juta

Poin Penting BNI menyediakan pembelian Sukuk Ritel SR024 melalui aplikasi wondr by BNI dengan cashback… Read More

5 hours ago