Ekonomi dan Bisnis

Emiten Ritel MDIY Kantongi Laba Bersih Rp1,1 Triliun di 2024, Melesat 205,6 Persen

Jakarta – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR.D.I.Y. sebagai emiten industri ritel mencatatkan pertumbuhan laba bersih di 2024 sebesar 205,6 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp1,1 triliun, didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 73,9 persen yoy yang mencapai Rp6,8 triliun. 

Pertumbuhan laba yang solid tersebut mencerminkan kemampuan perseroan untuk melakukan ekspansi dengan efisien, sekaligus terus mendorong peningkatan margin dan memperkuat efektivitas operasional.

Presiden Direktur MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, menyatakan kesuksesan ini mencerminkan strategi ekspansi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga berfokus pada keberlanjutan jangka panjang. 

“Dengan menjaga keunggulan operasional dan mengutamakan pengalaman pelanggan, MR.D.I.Y. Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk terus memperkuat kepemimpinannya di industri ritel perlengkapan rumah di Indonesia,” ucap Edwin dalam keterangan resmi dikutip, 26 Maret 2025.

Baca juga: Emiten Ritel MR.DIY Buka Toko ke 1.000 di Sulawesi Selatan

Selanjutnya, selain dari pertumbuhan bisnis dan operasional yang efisien, daya tahan finansial Perseroan juga menjadi landasan yang kokoh untuk melanjutkan ekspansi strategis pada 2025. 

Sementara Chief Financial Officer MR.D.I.Y., Rika Juniaty, menambahkan, selama 2024, perseroan menghasilkan arus kas sebesar Rp1,3 triliun dari aktivitas operasional, meningkat 62,1 persen, dengan gearing ratio yang sehat sebesar 0,5x.

“Hal itu mencerminkan struktur keuangan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” ujar Rika.

Baca juga: Investor Optimistis Sektor Ritel RI Tumbuh Kuat di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Tidak hanya itu, MR.D.I.Y. turut mencatat tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) pendapatan sebesar 97 persen di 2021-2024 dan laba bersih sebesar 191 persen 2022-2024, menunjukkan model bisnisnya yang efisien dan memiliki skalabilitas tinggi.

Adapun, sepanjang 2024, perseroan berhasil menambah 270 toko baru, sehingga jumlah toko yang beroperasi mencapai 961 toko per Desember 2024 dan tersebar dari Sabang hingga Merauke, tepatnya di 389 kota di 37 provinsi di Indonesia. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

41 mins ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

2 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

2 hours ago

BI Guyur Insentif KLM Rp427,1 Triliun di Awal Maret, Ini Porsi Himbara-Bank Asing

Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More

3 hours ago

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis… Read More

3 hours ago

Sambut Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Bank Raya Imbau Masyarakat Cermat Bertransaksi

Poin Penting Bank Raya memastikan layanan digital tetap optimal selama libur Hari Raya Nyepi 2026… Read More

4 hours ago