Wonderful Edge Card dari Jasuindo. (Tangkapan layar Instagram @jasuindotigaperkasa: Julian)
Poin Penting
Jakarta – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), perusahaan penyedia solusi percetakan sekuriti, berhasil mempertahankan kinerja positif hingga kuartal III 2025.
Perusahaan mencatat penjualan sebesar Rp1,26 triliun, meningkat 12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hingga kuartal III tahun ini, segmen dokumen sekuriti menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan terutama dari produk identity solution seperti e-KTP dan paspor.
Baca juga: Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Raih Penjualan Rp666,50 Miliar di Paruh Pertama 2025
Segmen sekuriti mencatatkan penjualan sebesar Rp1,15 triliun atau naik 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan wilayah, penjualan lokal masih mendominasi dengan nilai Rp1,02 triliun, sementara ekspor berkontribusi sebesar Rp241,9 miliar.
Tentunya, dengan peningkatan permintaan itu juga turut mendongkrak laba bersih Perseroan. Berkat segmen dokumen sekuriti, laba bersih JTPE bertumbuh 29 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp168,92 miliar sampai pada kuartal III tahun ini.
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, menyampaikan bahwa segmen dokumen sekuriti, solusi identitas melalui e-KTP dan paspor terus menunjukkan peningkatan karena permintaan yang terus berkembang yang didukung oleh kebutuhan masyarakat.
“Kami juga optimis terhadap peningkatan kinerja jangka panjang lewat perluasan cakupan produk kami,” ujar Allan dalam keterangan resmi dikutip Minggu, 2 November 2025.
Baca juga: Terus Menguat, IHSG Ditutup Tembus ke Level 7.219
Tidak hanya mengandalkan e-KTP dan paspor, JTPE pun terus memperluas diversifikasi produknya untuk menjangkau pasar-pasar potensial dari segmen dokumen sekuriti.
Saat ini JTPE tengah mengembangkan produk sekuriti lainnya seperti brand protection (perlindungan merek) yang diproyeksikan akan terus berkembang permintaannya.
JTPE secara portofolio produk juga mengalami transformasi, dari paper-based (berbasis kertas) kini mulai bergeser ke digital information solutions. Salah satu yang sedang dikembangkan sekarang adalah RFID, Information technology, serta teknologi digital signature.
Baca juga: AXA Mandiri Bayarkan Klaim Korban Lion Air JT610 Senilai Rp 1,5 Miliar
Adapun, langkah-langkah antisipatif yang dilakukan Perseroan melalui transformasi dan perluasan produk potensial dipercaya akan menunjang kinerja Perusahaan di tahun-tahun mendatang.
Perusahaan berharap, untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan yaitu pertumbuhan pendapatan 10 persen hingga akhir tahun buku 2025 ini. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Purbaya menilai lambatnya penyerapan anggaran K/L dan Pemda merupakan masalah klasik yang terjadi… Read More
Poin Penting Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat pada 2025, mencapai… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 9.032,58 dan sempat menyentuh All Time… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya temukan 40 perusahaan baja asal China dan Indonesia yang diduga mengemplang… Read More
Poin Penting Permata Bank menargetkan pertumbuhan transaksi kartu kredit 20% lewat Travel Fair 2026 bersama… Read More
Poin Penting Permata Bank optimistis kredit konsumer tumbuh sekitar 10 persen pada 2026, dengan prospek… Read More