Ilustrasi: Logam mulia emas. (Foto: istimewa)
Jakarta – Harga emas diprediksi berpotensi merosot taham pasca dirilisnya laporan ketenagakerjaan non pertanian Amerika Serikat (AS). Seperti diketahui, negeri Paman Sam ini baru saja menerbitkan Laporan Ketenagakerjaan non Pertanian yang menggembirkan dan menumbuhkan kembali harapan tentang peningkatan suku bunga AS tahun ini.
Lukman Otunuga, Market Research Analyst FXTM mengatakan, logam mulia ini sangat terpengaruh oleh ekspektasi peningkatan suku bunga dan dapat semakin melemah apabila optimisme peningkatan suku bunga semakin menguat.
Walaupun penghindaran risiko mengangkat nilai komoditas ini, tambah Lukman, pulihnya nilai tukar USD dan menguatnya harapan peningkatan suku bunga Fed dapat menggoda penjual untuk menyerang harga emas.
Lukman memprediksi, Investor bullish masih memiliki ruang untuk bernapas di atas US$1315. “ Namun breakdown dapat memberi sinyal bahaya jika harga merosot menuju US$1305”ujarnya.(*)
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More