Market Update

Emas Terdampak Ekspektasi Peningkatan Suku Bunga AS

Jakarta – Harga emas diprediksi berpotensi merosot taham pasca dirilisnya laporan ketenagakerjaan non pertanian Amerika Serikat (AS). Seperti diketahui, negeri Paman Sam ini baru saja menerbitkan Laporan Ketenagakerjaan non Pertanian yang menggembirkan dan menumbuhkan kembali harapan tentang peningkatan suku bunga AS tahun ini.

Lukman Otunuga, Market Research Analyst FXTM mengatakan, logam mulia ini sangat terpengaruh oleh ekspektasi peningkatan suku bunga dan dapat semakin melemah apabila optimisme peningkatan suku bunga semakin menguat.

Walaupun penghindaran risiko mengangkat nilai komoditas ini, tambah Lukman, pulihnya nilai tukar USD dan menguatnya harapan peningkatan suku bunga Fed dapat menggoda penjual untuk menyerang harga emas.

Lukman memprediksi, Investor bullish masih memiliki ruang untuk bernapas di atas US$1315. “ Namun breakdown dapat memberi sinyal bahaya jika harga merosot menuju US$1305”ujarnya.(*)

Apriyani

Recent Posts

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

22 mins ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

55 mins ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

2 hours ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

2 hours ago

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

2 hours ago