Elektabilitas Golkar dan Airlangga Terus Merangkak Naik

Elektabilitas Golkar dan Airlangga Terus Merangkak Naik

Elektabilitas Golkar dan Airlangga Terus Merangkak Naik
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Politikus Golkar Dave Akbarshah Fikarno menilai, Golkar masih punya waktu untuk mendongkrak elektabilitas partai. Kerja politik Golkar akan dilakukan secara sistematis guna memenangkan kontestasi 2024.

“Masih banyak waktu untuk seluruh kader Golkar bekerja secara optimal agar meningkatkan elektabilitas pada pemilu nanti. Dan memang secara sistematis kami terus bekerja di dapil masing-masing untuk memperkuat jaringan,” ujarnya, 27 Oktober 2022.

Dave meyakini elektabilitas Airlangga akan terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu dan upaya dari Partai Golkar dengan mesin politiknya untuk mensosialisasikan sosok Airlangga.

“Kami yakin angka tersebut akan terus menanjak, hingga memperoleh kemenangan yang sempurna di 2024 nanti,” ucapnya.

Berdasarkan Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan, elektabilitas Partai Golkar serta Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto cukup bagus. Partai Golkar berada di urutan ketiga dengan meraih dukungan 9,3 persen di bawah PDIP (26,2%) dan Gerindra (12,4%).

Sedangkan Ketum Airlangga masuk dalam tiga besar capres yang dapat dukungan 9,3% di bawah AHY (11,8%) dan Prabowo Subianto (29,2%).

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah mengatakan elektabilitas Partai Golkar dan Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto melesat, membuat mereka kian kompetitif dan ‘cukup mengancam’ dalam laga Pilpres 2024. 

Dalam hasil survei yang dirilis IPO, berdasarkan elektabilitasnya, Airlangga mampu unggul dari beberapa ketua umum parpol lainnya. Begitu juga Golkar yang mampu di posisi tiga besar setelah PDI Perjuangan (PDIP) dan Gerindra.

“Ini barangkali yang bisa membuat Airlangga dan Golkar sebagai tokoh dan partai yang kompetitif, dalam artian mereka menghadapi manuver koalisi, bagaimana Nasdem dan teman temannya mengusung  Anies, Gerindra-PKB dengan Prabowo, PDIP ada Ganjar dan Puan, dibalik itu rupanya ada Airlangga yang cukup mengancam di posisi ketiga dan empat kalau nanti di pemilu ada 3-4 pasangan,” jelas Dedi.

Padahal kata dia, dalam satu tahun terakhir ini, baik Airlangga dan Golkar tidak banyak memunculkan diri. Namun kerja Airlangga sebagai Menko Perekonomian mulai terlihat. Ini juga yang membuat Airlangga dan Golkar menjadi dekat dengan Presiden Joko Widodo. 

“Sesuai dengan catatan IPO  senyapnya Airlangga dan Golkar, justru ini dimaknai sebagai  loyalitas kepada Presiden Joko Widodo, ternyata berimbas pada elektabilitas Golkar dan sekaligus elektabilitas  Airlangga yang justru terjadi peningkatan yang signifikan, termasuk unggul dari Puan Maharani,” ungkap Dedi. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]