Ekonomi dan Bisnis

Ekspor Produk Halal Dorong Devisa RI, Nilainya Segini

Poin Penting

  • Nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai USD41,4 miliar, didominasi makanan dan minuman halal senilai USD33,6 miliar.
  • Pemerintah memperkuat sertifikasi halal internasional melalui MRA yang telah diakui di 16 negara dan kerja sama dengan lima negara mitra.
  • Penguatan ekosistem halal dari pusat hingga daerah dinilai krusial untuk mendorong devisa dan posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi halal global.

Jakarta – Industri halal Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong devisa negara seiring pertumbuhan ekspor yang terus meningkat. 

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan, total nilai ekspor produk halal Indonesia telah mencapai USD41,4 miliar.

Kontribusi terbesar berasal dari sektor makanan dan minuman halal senilai USD33,6 miliar, disusul fesyen halal sebesar USD6,83 miliar, serta kosmetik halal senilai USD363 juta.

“Diikuti fesyen halal USD6,83 miliar, dan kosmetik halal USD363 juta,” ujar Roro, dalam keterangannya, Jumat, 30 Januari 2026.

Baca juga: Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Transaksi Sertifikasi Halal Online

Ia menekankan, potensi ekspor ini terus meningkat melalui penguatan Mutual Recognition Agreement (MRA) sertifikasi halal Indonesia, yang telah diakui di 16 negara, serta kerja sama bilateral bidang halal dengan lima negara mitra. 

“Potensi ekspor produk halal Indonesia terus tumbuh seiring penguatan sertifikasi dan kerja sama internasional,” jelasnya.

Daerah Jadi Kunci Penguatan Ekosistem Halal

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya penguatan ekosistem halal secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk di tingkat daerah.

Menurutnya, pembangunan kultur pemahaman industri halal serta dukungan infrastruktur menjadi kunci pengembangan sektor ini.

“Kita perlu membangun kultur pemahaman industri halal sekaligus memperkuat infrastruktur pendukungnya. Kementerian Dalam Negeri terus bersinergi agar para pemimpin daerah menjadi motor penggerak dalam memperkuat ekosistem halal, termasuk melalui dukungan APBD untuk sertifikasi halal, edukasi, dan pengembangan keunggulan daerah,” jelas Bima.

Baca juga: Wisata Halal Taiwan Makin Populer, Ini Lembaga Sertifikasi Halalnya

Pemerintah menilai langkah-langkah tersebut penting untuk memaksimalkan potensi devisa dari industri halal sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi halal dunia.

Menuju Pusat Ekonomi Syariah Global

Kepala Kantor Komunikasi Kadin Indonesia, Primus Dorimulu, menilai Indonesia memiliki modal fundamental yang kuat untuk menjadi pusat ekonomi syariah global, mulai dari populasi Muslim terbesar di dunia, kerangka regulasi yang matang, hingga dukungan kelembagaan.

“Kemajuan paling nyata justru terlihat di industri halal, terutama makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, serta fesyen muslim. Industri ini tumbuh pesat karena digerakkan oleh konsumsi domestik dan UMKM, didukung sertifikasi halal, digitalisasi rantai pasok, serta keterhubungan dengan pasar ekspor,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

IHSG Berpotensi Lanjut Melemah pada Rentang 7.300-7.350

Poin Penting IHSG diproyeksi melemah menguji level 7.300–7.350 setelah ditutup turun 0,69 persen ke 7.389,40… Read More

2 hours ago

Tantangan OJK ke Depan: Paling Utama Soal Independensi dan “Tangan Kotor” Politik Kekuasaan

Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group TAHUN 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)… Read More

2 hours ago

Rilis Fitur Basic Talent Search, Jobstreet Targetkan Ini di 2026

Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More

9 hours ago

Ini Alasan Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Dewi jadi Ketua OJK

Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

11 hours ago

Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

12 hours ago

Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem dan Social Finance untuk Dorong Pertumbuhan 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More

12 hours ago