BPS Catat Impor Indonesia Menurun 4,47% Jadi US$16,88 Miliar
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2018 mengalami surplus US$227 juta, dibandingkan posisi Agustus 2018 yang mengalami defisit US$1,02 miliar. Adapun untuk ekspor dan impor September 2018 masing-masing sebesar US$14,83 miliar dan US$14,60 miliar.
“Surplus neraca perdagangan karena ekspor lebih besar dibanding impornya,” ujar Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti di Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018.
Yunita merincikan, nilai ekspor Indonesia September 2018 mencapai US$14,83 miliar atau menurun 6,58 persen dibanding ekspor Agustus 2018. Namun jika dibandingkan dengan September 2017 meningkat 1,70 persen. Ekspor nonmigas September 2018 tercatat US$13,62 miliar, turun 5,67 persen dibanding Agustus 2018.
“Tapi dibanding September 2017, ekspor nonmigas naik 3,78 persen,” ucapnya.
Baca juga: Dorong Ekspor dan Pariwisata untuk Ketahanan Ekonomi RI
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, bahwa secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–September 2018 mencapai US$134,99 miliar atau meningkat 9,41 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$122,31 miliar atau meningkat 9,29 persen.
Sementara untuk nilai impor Indonesia September 2018 tercatat mencapai US$14,60 miliar atau turun 13,18 persen dibanding Agustus 2018, sebaliknya jika dibandingkan September 2017 naik 14,18 persen.
Impor nonmigas September 2018 mencapai US$12,32 miliar atau turun 10,52 persen dibanding Agustus 2018, namun meningkat 13,54 persen dibanding September 2017. Impor migas September 2018 mencapai US$2,28 miliar atau turun 25,20 persen dibanding Agustus 2018 dan meningkat 17,75 persen dibanding September 2017. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More