Categories: Market Update

Ekspektasi Positif Paket Kebijakan Jilid III Sampai ke Obligasi

Tidak hanya Rupiah dan IHSG, pasar obligasi beberapa hari terakhir bergerak positif. Apa penyebabnya? Dwitya Putra

Jakarta–Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengungkapkan, laju obligasi dapat bertahan di zona hijau seiring spekulasi akan lebih baiknya rilis kebijakan Ekonomi Jilid III yang lebih mengedepankan pada pembenahan kondisi makroekonomi yang lebih konkrit.

Selain itu adanya optimisme dari Presiden Joko Widodo yang meyakini pertumbuhan ekonomi dalam negeri pada semester II nanti akan lebih baik dibanding semester I tahun 2015 ini ditambah persepsi akan positifnya kebijakan penempatan dana hasil ekspor di dalam negeri bagi peredaran USD/Rp cukup dapat membuat laju obligasi dapat bertahan di zona hijaunya.

“Kondisi itupun terefleksi pada indeks harga obligasi yang masih dapat bertahan di tren kenaikannya,” kata Reza dalam riset hariannya, Rabu, 7 Oktober 2015.

Pada obligasi pemerintah, ia menuturkan laju yield masih bergerak turun dimana tenor jangka menengah kali ini memimpin penurunan.

Penurunan yield untuk masing-masing tenor rata-rata ialah untuk pendek (1-4 tahun) rata-rata mengalami penurunan yield -33,85 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun sebesar -39,12 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun -29,34 bps.

Pada FR0070 yang memiliki waktu jatuh tempo ±9 tahun dengan harga 98,02% dan yield 8,71% atau turun -36,84 bps dari sehari sebelumnya di harga 96,80% dan yield 8,95%.

Untuk FR0071 yang memiliki waktu jatuh tempo ±14 tahun dengan harga 101,09% dan yield 8,86% atau turun -34,14 bps dari sehari sebelumnya di harga 98,47% dan yield 9,20%.

Sementara pada laju obligasi korporasi, memperlihatkan perubahan yield yang mulai memperlihatkan kecenderungan turun seiring mulai kembalinya aksi beli yang terjadi.

“Untuk yield pada rating BBB dengan tenor 9-10 tahun turun ke kisaran 14,75%-14,80% dan pada rating AA turun ke kisaran 11,30%-11,35%,” jelasnya. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

4 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

4 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

4 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

4 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

5 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

7 hours ago