Moneter dan Fiskal

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS Buat Dollar Perkasa

Jakarta–Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada perdagangan hari ini (29/3) diperkirakan berpeluang mengalami pelemahan. Dolar AS sendiri memperlihatkan keperkasaannya seiring adanya ekspektasi peningkatan suku bunga AS (Fed Fund Rate).

“Kondisi ini berimbas pada kembali melemahnya laju Rupiah dan kemarin berada di level Rp13.342/US$,” ujar Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, dalam risetnya, di Jakarta, Selasa, 29 Maret 2016.

Selain itu, kata dia, laju Dolar AS juga terlihat kembali melanjutkan penguatannya setelah harga komoditas yang gagal untuk bertahan di teritori positifnya. Penguatan tersebut nampaknya mampu dimanfaatkan pelaku pasar untuk terus mengakumulasi Dolar AS dibandingkan mata uang dunia yang berbasis komoditas di pasar spot.

Menurutnya, secara fundamental, kondisi ekonomi dalam negeri sebenarnya cukup positif dengan data ekonomi yang mulai stabil dan potensi penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, karena minimnya sentimen positif maka pergerakan Rupiah terpengaruh oleh hot money dan sentimen eksternal.

Sebelumnya dirinya menyampaikan, bahwa laju rupiah berpeluang kembali melemah jika tidak adanya sentimen positif dari laju harga komoditas maupun sentimen lain yang dapat menahan pelemahan laju Rupiah.

“Laju Rupiah masih dalam tren pelemahannya dan belum menunjukan adanya peluang rebound sehingga kembali ke zona merah di level 13.365,” tukasnya.

Jika kondisi ini terus berlanjut maka, kata dia, laju Rupiah pun akan semakin dalam pelemahannya. Terlebih jika laju Dolar AS masih terlihat lebih tinggi jika dibandingkan laju harga komoditas yang masih cenderung melemah.

Support Rupiah 13.375 serta Resistance 13.200. Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju Rupiah,” tutupnya. (*)

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More

2 hours ago

Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More

3 hours ago

IHSG Kembali Dibuka Melemah 0,56 Persen ke Level 7.878

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,56 persen ke level 7.878,22 pada awal perdagangan (3/2), dengan… Read More

3 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini Kompak Turun, Saatnya Borong?

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada Selasa (3/2/2026), baik produk Galeri24, UBS,… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.763 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,21 persen ke level Rp16.763 per dolar AS, dengan proyeksi… Read More

3 hours ago

IHSG Hari Ini Masih Rawan Terkoreksi, Cermati 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting Secara teknikal, IHSG berpotensi terkoreksi di area 7.835–7.680 sebelum membentuk wave (b), dengan… Read More

3 hours ago