Peresmian kantor cabang di Kabupaten Badung, Kuta, Bali.
Jakarta – PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) terus melakukan ekspansi bisnis dengan memperluas jaringan kantor cabang di wilayah Indonesia tengah, tepatnya di Kabupaten Badung, Kuta, Bali.
Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai mengungkapkan, penambahan kantor cabang baru sebagai upaya memacu pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
“Dengan memperluas jaringan kantor cabang dan layanan serta meningkatkan ekspansi ke sejumlah sektor usaha, kami optimis mampu mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian,” katanya, dikutip Jumat, 20 Desember 2024.
Baca juga : Begini Jurus J Trust Bank Genjot Porsi Dana Murah
Selain itu, dengan perluasan kantor cabang tersebut, bank milik investor asal Jepang turut menjadikannya peluang dan tantangan baru pada 2025.
Saat ini, J Trust Bank sendiri memiliki 47 kantor cabang yang tersebar di Indonesia. Adapun di sepanjang 2024, perseroan membuka kantor cabang di Tarakan, Kalimantan Utara dan juga Kantor Cabang di Kendari MT Haryono, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Baca juga : Dorong Inovasi AI, Perusahaan Indonesia Ekspansi Bisnis Kecerdasan Buatan ke Jepang
Dengan memperluas jaringan kantor cabang, menjadi salah satu upaya J Trust Bank dalam meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) pada 2025.
Diketahui, hingga semester I 2024, bank bersandi saham BCIC ini menghimpun DPK Rp34,36 triliun, tumbuh 17,53 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Dari jumlah tersebut, komposisi dana murah masih sebesar 15,28 persen atau sebesar Rp5,25 triliun per akhir Juni 2024. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Ombudsman dorong Bank Jambi segera memulihkan layanan digital demi kenyamanan dan keamanan seluruh… Read More
Poin Penting Hingga Januari 2026, realisasi belanja pemerintah pusat capai Rp131,9 triliun, melonjak 53,3 persen… Read More
Oleh Hendra Febri, S.H., M.H, Praktisi Hukum, Banker, dan Lawyer PADA 4 Februari 2026, Pemerintah… Read More
Poin Penting Pinjol melonjak jelang Lebaran 2026, didorong kebutuhan konsumtif dan faktor psikologis seperti FOMO,… Read More
Poin Penting Pajak Januari 2026 Rp116,2 triliun, naik 30,7 persen yoy (4,9 persen dari pagu… Read More
Poin Penting APBN awal 2026 defisit Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap PDB, dinilai masih… Read More