Jakarta – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengumumkan bahwa telah melakukan penambahan modal kepada anak usahanya PT Autopedia Sukses Gadai (ASG) sebesar Rp2,5 miliar.
Berdasarkan penambahan modal kepada ASG tersebut, total modal disetor dan total modal ditempatkan oleh ASLC menjadi Rp7,5 miliar atau 75 persen dari total modal dasar ASG senilai Rp10 miliar.
Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, mengatakan bahwa, tambahan dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan ekspansi cabang, terutama untuk lokasi cabang yang dekat dengan pedagang mobil bekas.
Baca juga: Waskita Karya Suntik Modal Anak Usaha Rp462,61 Miliar
“Saat ini ASLC memiliki cabang ASG untuk melayani kebutuhan pinjaman untuk kegiatan transaksi mobil bekas di JBA cabang Jakarta Raya dan Jakarta Tipar, serta sedang dalam proses membuka cabang ASG baru di Pondok Pinang,” ucap Jany dalam keterangan resmi di Jakarta, 4 Januari 2024.
Adapun, Jany menambahkan bahwa, dengan berbagai ekspansi tersebut, dirinya berharap bisnis gadai yang dilakukan ASG dapat meningkatkan penyaluran pinjaman untuk kegiatan transaksi mobil bekas.
Baca juga: Mobil Terendam Banjir Bisa Klaim Asuransi? Simak Tips nya
“Didukung optimisme akan prospek cerah dari bisnis usaha gadai, hanya dalam jangka waktu enam bulan setelah pendirian ASG, ASLC telah dua kali melakukan penambahan modal,” imbuhnya.
Sebagai informasi, ASLC sebelumnya juga telah melakukan penambahan modal dalam jumlah yang sama sebesar Rp2,5 miliar kepada ASG pada bulan Oktober 2023 yang lalu. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More