Angkutan Barang; Lini bisnis Asuransi Parolamas. (Foto: Erman)
Jakarta–Setelah memiliki pemilik baru, asuransi Parolamas tancap gas. IAG, grup asuransi umum yang berasal dari Australia, siap menggelontorkan USD100 juta untuk berekspansi di Indonesia.
Presiden Direktur Asuransi Parolamas Rob Logie menyebut bahwa masih rendahnya penetrasi asuransi menjadi salah satu penyebab IAG tertarik untuk mengembangkan bisnis di Indonesia. IAG, menurut Rob, sudah memiliki bisnis asuransi umum di Thailand, Vietnam, Malaysia, India dan juga China.
“Asuransi Parolamas sudah ada di Indonesia lebih dari 51 tahun dan memiliki jaringan luas. Asuransi Parolamas sudah memiliki lebih dari 25 jaringan kantor di seluruh Indonesia. Kami (IAG) juga mencari perusahaan asuransi yang memiliki kantor pusat di Jakarta. Di samping itu, asuransi Parolamas memiliki beberapa produk yang beragam dan jaringan (network) serta resources,” sebut Rob menjawab alasan ketertarikannya mengakuisisi Parolamas, kepada Infobank.
Setelah proses akuisisi Parolamas selesai awal tahun ini, Rob menjelaskan, pihaknya akan berkonsentrasi dalam membangun dan meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk mengeluarkan produk-produk baru dalam enam bulan ke depan.
“Kami menyiapkan investasi sampai USD100 juta untuk jangka waktu sampai dua tahun ke depan,” tambah Rob.
Di jangka panjang, lanjut dia, Asuransi Parolamas juga mengembangkan bisnis khususnya saluran distribusi lewat bancassurance, broker dan juga yang berbasis TI dengan sistem online.
“Kita juga akan mengembangkan produk-produk berbasis syariah karena pasarnya di sini sangat menarik. Dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, kami menargetkan akan menjadi 10 asuransi terbesar di Indonesia,” pungkasnya. (*) Gina Maftuhah
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More
Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis… Read More
Poin Penting Bank Raya memastikan layanan digital tetap optimal selama libur Hari Raya Nyepi 2026… Read More