News Update

Eks Dirut BNI Achmad Baiquni Mundur dari Kursi Komisaris KFC Indonesia

Jakarta – PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) selaku pengelola restoran cepat saji KFC Indonesia mengumumkan pengunduran jajaran petingginya. Salah satunya mantan direktur utama Bank Negara Indonesia (BNI), Achmad Baiquni yang mengundurkan diri dari kursi komisaris independen FAST.

Diketahui, Achmad Baiquni dipercaya sebagai Komisaris Independen KFC Indonesia berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 2021. Sebelumnya, dia merupakan bankir ternama yang pernah menjabat Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) periode 2015-2020.

Selain Achmad Baiquni, manajemen FAST juga mengumumkan pengunduran diri Direktur Tidak Terafiliasi, Omar Luthfi Anwar. Keduanya telah menyampaikan surat pengunduran diri kepada manajemen pada Selasa (27/5/2025).

“Sesuai dengan ketentuan Pasal 9 POJK 33/2014, bersama ini kami sampaikan bahwa Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Achmad Baiquni selaku Komisaris Independen, dan Bapak Omar Luthfi Anwar selaku Direktur Tidak Terafiliasi yang diterima oleh perseroan pada tanggal 27 Mei 2025,” tulis majanemen FAST dikutip dari keterbukaan informasi, Minggu, 1 Juni 2025.

Baca juga: KFC Indonesia Babak Belur di Tengah Boikot Produk Israel jadi Sorotan Media Asing

Manajemen FAST tidak menjelaskan alasan keduanya mengundurkan diri dari jajaran direksi dan komisaris. Namun, manajemen FAST memastikan operasional KFC Indonesia tak terganggu dan tetap berjalan,

“Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” tambah manajemen.

Sebagai tindak lanjut, FAST bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dengan jadwal yang akan diumumkan kemudian. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

4 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

9 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

9 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

11 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

21 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

21 hours ago