Keuangan

Eks Bos Investree Adrian Gunadi Ditangkap, Begini Kata AFPI

Poin Penting

  • AFPI apresiasi penegakan hukum atas pemulangan dan penahanan Adrian Gunadi oleh OJK dan Kepolisian
  • Penegakan hukum konsisten dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendanaan berbasis teknologi (pindar).
  • AFPI tegaskan komitmen mendorong tata kelola baik, transparansi, perlindungan konsumen, dan kepatuhan regulasi.

Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepolisian RI, serta seluruh otoritas terkait atas upaya penanganan hukum terhadap Adrian Gunadi, mantan Direktur Utama PT Investree Radhika Jaya (Investree).

Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, mengatakan langkah koordinatif lintas lembaga tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan kepastian hukum serta menjaga integritas industri layanan pendanaan berbasis teknologi (LPBBTI) atau pinjaman daring (Pindar) di Indonesia.

“AFPI mendukung sepenuhnya langkah-langkah hukum yang dilakukan oleh OJK dan aparat penegak hukum. Penegakan hukum yang konsisten akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri pindar. Kami siap bekerja sama apabila dibutuhkan,” ujar Entjik dikutip, 27 September 2025.

Baca juga: Buron OJK Eks Bos Pinjol Investree Adrian Gunadi Ditangkap di Qatar, Ini Kronologinya

Ia menambahkan, sebagai asosiasi yang menaungi penyelenggara pindar yang berizin dan diawasi OJK, AFPI secara konsisten mendorong seluruh anggotanya untuk menerapkan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, perlindungan konsumen, serta kepatuhan penuh terhadap seluruh regulasi.

AFPI juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem industri yang sehat, berintegritas, dan berkelanjutan, sehingga layanan keuangan digital dapat memberikan manfaat
optimal bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Eks CEO Investree Adrian Gunadi Buron Penggelapan Dana Rp2,7 Triliun Ditangkap!

OJK dan Kepolisian Pulangkan Adrian Gunadi

OJK bersama Kepolisian RI berhasil memulangkan dan menahan Adrian Gunadi pada Jumat, 26 September 2025, setelah ditetapkan sebagai buron atau red notice pada tahun 2024, di mana hasil penggelapan dana Investree sejak 2022 mencapai senilai Rp2,7 triliun.

Dalam proses penegakan hukum, Penyidik OJK berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung RI dalam menjerat tersangka dengan Pasal 46 jo Pasal 16 ayat (1) Bab IV Undang-Undang Perbankan, dan Pasal 305 ayat (1) jo Pasal 237 huruf (a) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan jo Pasal 55 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 10 tahun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

5 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

7 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

7 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

8 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

8 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

8 hours ago