News Update

Ekosistem Ojol Kompleks, Pemerintah Diminta Cari Solusi Soal Komisi Layanan

Jakarta – Polemik tuntutan pengemudi ojek online (ojol) terkait besarnya potongan komisi penyedia layanan aplikasi atau aplikator belum ada titik temu. Pemerintah diharapkan tidak merespons isu itu dengan terburu-buru dan mengambil keputusan populis.

Ekosistem ojol dan layanan pengantaran digital disebut sangat kompleks, melibatkan banyak pemangku kepentingan. Mulai dari jutaan pengemudi, konsumen, pelaku UMKM, investor, hingga regulator.

Direktur Eksekutif Asosiasi Mobilitas dan Pengantaran Digital Indonesia (Modantara) Agung Yudha, mengatakan, industri ojol, taksi online hingga kurir online berkontribusi sekitar 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Bila komisi dipaksa turun, bisa berdampak besar bagi kemampuan penyedia layanan. Pada akhirnya akan berimbas pada mitra pengemudi dan ekosistem keseluruhan.

“Hilangnya pendapatan pengemudi akan menurunkan daya beli mereka, yang kemudian berdampak pada sektor makanan, kebutuhan pokok, hingga layanan keuangan seperti pinjaman dan cicilan,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa, 27 Mei 2025.

Baca juga: Terbongkar! Begini Cara Grab Bagi Tarif dengan Mitra Pengemudi Ojol

Agung menyebut ada beberapa dampak bila komisi dipaksa turun, antara lain hanya 10-30 persen mitra pengemudi yang bisa terserap lapangan kerja forma, penurunan aktivitas ekonomi digital berpotensi menekan PDB hingga 5,5 persen. Lalu, ada 1,4 juta orang yang terancam kehilangan pekerjaan, dan total dampak ekonominya bisa tembus Rp178 triliun, termasuk efek ke sektor terkait.

Penurunan pendapatan platform juga mengancam kelangsungan program digitalisasi UMKM, insentif pengemudi, dan pengembangan teknologi. Saat ini, sektor transportasi online menjadi tumpuan hidup lebih dari 3 juta orang.

Oleh sebab itu, kebijakan terkait ini harus benar-benar dipastikan menawarkan win-win solution. Regulasi terkait ekosistem digital ini tidak bisa dibuat secara tergesa-gesa dan emosional. Pemerintah harus membuka ruang dialog dengan seluruh pemangku kepentingan.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut bahwa aplikator memiliki skema potongan tarif yang bervariasi, dan pengemudi bebas memilih bergabung ke platform yang sesuai preferensi mereka.

“Para driver sebenarnya punya pilihan. Kita bisa lihat bahwa keempat aplikator ini, GoJek, Grab, Maxim, dan InDrive memiliki pangsa pasar dan skema potongan yang berbeda,” ujar Dudy.

Baca juga: DPR Respons Demo Ojol, Puan: Kami Cari Win-Win Solution

Ia menyebut, pemerintah tidak menutup peluang untuk menurunkan potongan tarif. Tapi harus mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem ojol dan layanan pengantaran digital.

“Ini bukan sekadar bisnis biasa. Ada ekosistem besar di sini, pengemudi, perusahaan, UMKM, logistik, hingga masyarakat pengguna. Pemerintah ingin menjaga keberlanjutan dan keseimbangannya,” tegasnya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

2 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

2 hours ago

YLKI Yakin Satgas Ramadan Pertamina Mampu Jaga Pasokan BBM dan LPG saat Mudik Lebaran 2026

Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More

3 hours ago

Geopolitik Perdamaian 2026

Oleh Muhammad Edhie Purnawan, Staf Pengajar FEB UGM dan Ketua Bidang International Affairs PP ISEI… Read More

3 hours ago

Beli Sukuk Ritel SR024 Pakai wondr by BNI Bisa Dapat Cash Back Sampai Rp29 Juta

Poin Penting BNI menyediakan pembelian Sukuk Ritel SR024 melalui aplikasi wondr by BNI dengan cashback… Read More

4 hours ago

BNI Ajak Masyarakat Rencanakan Keuangan di Ramadan lewat Fitur Growth wondr

Poin Penting BNI mengajak masyarakat merencanakan keuangan selama Ramadan melalui fitur Growth di aplikasi wondr… Read More

4 hours ago