IHSG; Penuh tantangan. (Foto: Budi Urtadi)
Kebijakan pemerintah mengenai penerapan anggaran dapat memberikan sentimen tersendiri bagi gerak indeks negeri ini. Dwitya Putra
Jakarta—Head of Debt Capital Markets Trimegah Securities, Dedy Pramadya mengungkapkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan menyentuh posisi 5.000, jika pertumbuhan ekonomi tidak menempuh ke level 5%.
Selain pengaruh pertumbuhan ekonomi, menurutnya, faktor global seperti The Fed dan lainnya pun akan mempengaruhi gerak indeks hingga akhir tahun ini.
“Kita tidak yakin indeks bisa sentuh posisi 5.000, kalau pertumbuhan ekonomi tidak menempuh level 5% hingga akhir tahun ini,” kata Dedy ketika ditemui dalam acara penandatanganan kerjasama antara Bank Jatim dan Trimegah Securities di Gedung Artha Graha, Jakarta, Selasa, 1 September 2015.
Tidak hanya itu, kebijakan dari pemerintah mengenai penerapan anggaran pun memberikan ancaman sendiri bagi gerak indeks negeri ini.
Untuk itu, dia mengharapkan, pemerintah dengan cepat menyerap anggaran yang sudah tersedia pada tahun ini.
“Agar infrastruktur berjalan, gerak indeks pun tutup tumbuh optimis, tapi kembali lagi melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan IV di tahun ini,” jelas dia.
Dengan keadaan yang ada, sambung dia, laju indeks masih bisa tumbuh, tapi tumbuhnya tidak begitu besar, hanya bisa mencapai posisi 4.500-4.700 di penghujung tahun ini. (*)
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More
Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More
Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More