Keuangan

Ekonomi Syariah Bakal Jadi Sumber Ekonomi Baru dalam RPJMN 2025-2029

Poin Penting

  • Ekonomi syariah ditetapkan sebagai sumber pertumbuhan baru dalam RPJMN 2025–2029 untuk mendorong ekonomi Indonesia mencapai target 8 persen pada 2029.
  • Pemerintah menargetkan kontribusi PDB syariah mencapai 56,11 persen dan menjadikan Indonesia peringkat 1 ekonomi syariah global pada 2029.
  • Penguatan ekonomi syariah difokuskan pada lima langkah utama, mencakup industri dan UMKM halal, ekspor halal, ekosistem halal, keuangan syariah, serta dana sosial syariah.

Jakarta – Kementerian PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan ekonomi syariah menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru untuk menuju ekonomi mencapai 8 persen dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029.

“Ekonomi syariah di dalam RPJMN 2025-2029 merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru untuk menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen,” kata Rosy Wediawaty, Direktur Ekonomi Syariah dan Badan Usaha Milik Negara Bappenas, dalam Training of Trainer Ekonomi dan Keuangan Syariah, dikutip, Sabtu, 15 November 2025.

Rosy mengatakan dalam RPJMN tersebut menargetkan agar kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) syariah di 2029 bisa memberikan andil sebesar 56,11 persen, serta menjadi peringkat 1 ekonomi syariah di kancah global.

Baca juga: Pertama Kali di Dunia, KNEKS Tengah Susun Penghitungan PDB Syariah

Dia pun membeberkan penguatan ekonomi syariah dalam RPJMN akan dilakukan dalam 5 langkah. Pertama, penguatan industri halal dan UMKM halal dengan daya saing ditargetkan mencapai 7 persen dari tahun 2023 yang sebesar 4,46 persen.

Kedua, penguatan ekspor halal dan kerja sama ekonomi syariah internasional, di mana nilai ekspor halal terhadap PDB ditargetkan sebesar 3,92 persen di thun 2029.

Ketiga, penguatan ekosistem halal dengan target jumlah produk terdertifikasi halal menjadi 7 juta dari 2,17 juta di 2023.

Keempat, penguatan keuangan syariah, dengan target aset keuangan syariah terhadap PDB sebesar 51,42 persen dari realisasi 42,67 persen pada 2023.

Baca juga: Ekonomi Digital RI Tumbuh Tercepat di ASEAN, tapi Minat Investor Masih Rendah

Kelima, penguatan dana sosial syariah, yang diantaranya terdiri dari zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) terhadap PDB ditargetkan 0,208 persen dari 0,155 persen di 2023 dan aset wakaf uang terhadap PDB sebesar 0,027 persen dibandingkan 0,011 persen di 2023.

Adapun dalam target pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam RPJMN pada 2025 sebesar 5,3 persen, 2026 sebesar 6,3 persen, 2027 sebesar 7,5 persen, 2028 sebesar 7,7 persen, dan 2029 mencapai 8 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

2 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

5 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

11 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

12 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

12 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

14 hours ago