Ilustrasi: Citibank proyeksikan suku bunga The Fed bakal naik di November 2023/istimewa
Jakarta — Bank Indonesia (BI) dinilai sudah waktunya untuk dapat menurunkan suku bunga acuannya pada periode bulan ini. Hal tersebut sejalan dengan masih stabilnya kondisi perekonomian nasional.
Direktur Strategi, Risiko dan Kepatuhan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Mahelan Prabantarikso bahkan menilai, sudah seharusnya BI dapat menurunan suku bunga acuan hingga 25 basis poin (bps).
“Harapannya BI sudah mulai mempertimbangkan turun,
ya rangenya 25 bps ya saya kira semuanya sama,” kata Mahelan di Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.
Menurutnya, aliran modal masuk atau capital inflow yang masuk cukup deras ke Indonesia dapat membuat BI sedikit melonggarkan kebijakan suku bunga tersebut. Tak hanya itu, saat ini pasar juga dirasa menanti trobosan dari bank sentral tersebut.
“Kalau dilihat indikasinya kan seharusnya, harapannya (BI) menurunkan ya. Karena posisi di luar trade war sudah berkurang dan sudah lihat bikin jenuh dan capital inflow sudah masuk juga,” tambah Mahelan.
Sementara untuk suku bunga acuan BI sendiri, sejak Desember 2018 hingga Mei 2019 BI konsisten untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More
Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More
Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More
Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More