Moneter dan Fiskal

Ekonomi RI Tumbuh 4,49 Persen, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan AS

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara di dunia.

“Kita lihat indonesia salah satu negara yang tumbuh kuat. Pertumbuhan ekonomi kita masih lebih tinggi dibandingkan berbagai negara lain termasuk China, Malaysia, Amerika bahkan Singapura. Tentu kita ada beberapa di atas negara seperti Vietnam,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Senin 6 November 2023.

Baca juga: Ekonomi RI di Kuartal IV 2023 Dihantui Dampak Perang Israel-Hamas

Dia menjelaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi diperkirakan oleh berbagai lembaga internasional akan mengalami penurunan. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2023 masih tumbuh sebesar 4,94 persen secara tahunan (yoy). 

“Hal ini ditopang oleh solidnya permintaan domestik yang dicerminkan oleh konsumsi rumah tangga dan pmtb dan kuatnya konsumsi domestik, juga kita lihat dari indeks keyakinan konsumen yang masih di 121,7 pada november,” jelasnya.

Baca juga: Meleset dari Prediksi 5 Persen, Media Asing Soroti Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi RI

Kemudian, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga jadi kontributor tertinggi 52,62 persen terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III 2023. Kemudian, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi sebesar 29,68 persen.

“Didukung oleh laju inflasi yang bisa dikendalikan ditambah lagi tentu pertumbuhan PMTB yang berkontribusi mendekati 30 persen, termasuk komponen barang modal bangunan yang menggerakkan sektor konstruksi dan harga komoditas, tentu berpengaruh terhadap ekspor yang mengalami penurunan,” ungkapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

2 mins ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

1 hour ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

2 hours ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

2 hours ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

3 hours ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

3 hours ago