Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) sebut pertumbuhan ekonomi RI lebih tinggi dibanding China dan AS/Irawati
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara di dunia.
“Kita lihat indonesia salah satu negara yang tumbuh kuat. Pertumbuhan ekonomi kita masih lebih tinggi dibandingkan berbagai negara lain termasuk China, Malaysia, Amerika bahkan Singapura. Tentu kita ada beberapa di atas negara seperti Vietnam,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Senin 6 November 2023.
Baca juga: Ekonomi RI di Kuartal IV 2023 Dihantui Dampak Perang Israel-Hamas
Dia menjelaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi diperkirakan oleh berbagai lembaga internasional akan mengalami penurunan. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2023 masih tumbuh sebesar 4,94 persen secara tahunan (yoy).
“Hal ini ditopang oleh solidnya permintaan domestik yang dicerminkan oleh konsumsi rumah tangga dan pmtb dan kuatnya konsumsi domestik, juga kita lihat dari indeks keyakinan konsumen yang masih di 121,7 pada november,” jelasnya.
Baca juga: Meleset dari Prediksi 5 Persen, Media Asing Soroti Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi RI
Kemudian, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga jadi kontributor tertinggi 52,62 persen terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III 2023. Kemudian, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi sebesar 29,68 persen.
“Didukung oleh laju inflasi yang bisa dikendalikan ditambah lagi tentu pertumbuhan PMTB yang berkontribusi mendekati 30 persen, termasuk komponen barang modal bangunan yang menggerakkan sektor konstruksi dan harga komoditas, tentu berpengaruh terhadap ekspor yang mengalami penurunan,” ungkapnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More