Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) bulan November 2025, yang diadakan secara daring, Rabu, 19 November 2025. (Tangkapan layar YouTube @KanalBankIndonesia: Julian)
Poin Penting
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan jumlah uang beredar meningkat sejalan dengan kebijakan moneter yang longgar dan dampak penempatan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di perbankan.
Pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted—yakni uang primer yang telah dinetralisasi dari dampak penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan akibat kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM)—tercatat tinggi, yakni 14,38 persen yoy pada Oktober 2025.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan M0 tanpa penyesuaian KLM yang sebesar 7,75 persen yoy.
Baca juga: Ekonom Citi: Tambahan Dana SAL Rp76 Triliun Perluas Penyaluran Kredit
Perry menjelaskan, tingginya pertumbuhan M0 Adjusted dipengaruhi oleh ekspansi keuangan pemerintah, termasuk pengalihan penempatan dana SAL ke perbankan.
“Yang tecermin pada ekspansi Tagihan Bersih kepada Pemerintah Pusat (Net Claims on Government-NCG),” kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu, 19 November 2025.
Selanjutnya, pelonggaran kebijakan moneter turut berdampak pada peningkatan uang beredar dalam arti luas (M2). Pada September 2025, pertumbuhan M2 mencapai 8,02 persen yoy, meningkat dari 5,46 persen yoy pada Januari 2025.
Dari sisi komponen, kenaikan M2 dipengaruhi oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1), yang naik dari 7,25 persen yoy pada Januari 2025 menjadi 10,72 persen yoy pada September 2025.
Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan uang kartal di luar bank umum dan BPR, dari 10,30 persen yoy menjadi 14,50 persen yoy pada periode yang sama.
Baca juga: BI Laporkan Uang Beredar Tembus Rp9.771 Triliun per September 2025
Sementara itu, dari sisi faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 didorong oleh peningkatan Aktiva Luar Negeri Bersih (Net Foreign Asset-NFA) dan ekspansi keuangan pemerintah.
“Ke depan, jumlah uang yang beredar diprakirakan meningkat sejalan dengan ekspansi kebijakan fiskal Pemerintah dan peningkatan kegiatan ekonomi,” imbuh Perry. (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More