Moneter dan Fiskal

Ekonomi RI Terpengaruh? BI Ungkap Dampak Penempatan Dana Pemerintah pada Uang Beredar

Poin Penting

  • Pertumbuhan uang primer (M0) Adjusted melonjak 14,38% yoy pada Oktober 2025, dipengaruhi penempatan dana SAL pemerintah di perbankan.
  • Kebijakan moneter longgar mendorong kenaikan M2 hingga 8,02% yoy pada September 2025, didukung pertumbuhan M1 dan uang kartal di luar perbankan.
  • Uang beredar diperkirakan terus meningkat, sejalan dengan ekspansi kebijakan fiskal pemerintah dan peningkatan aktivitas ekonomi.

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan jumlah uang beredar meningkat sejalan dengan kebijakan moneter yang longgar dan dampak penempatan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di perbankan.

Pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted—yakni uang primer yang telah dinetralisasi dari dampak penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan akibat kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM)—tercatat tinggi, yakni 14,38 persen yoy pada Oktober 2025.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan M0 tanpa penyesuaian KLM yang sebesar 7,75 persen yoy.

Baca juga: Ekonom Citi: Tambahan Dana SAL Rp76 Triliun Perluas Penyaluran Kredit

Perry menjelaskan, tingginya pertumbuhan M0 Adjusted dipengaruhi oleh ekspansi keuangan pemerintah, termasuk pengalihan penempatan dana SAL ke perbankan.

“Yang tecermin pada ekspansi Tagihan Bersih kepada Pemerintah Pusat (Net Claims on Government-NCG),” kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu, 19 November 2025.

Kebijakan Moneter Longgar Dongkrak Pertumbuhan M2

Selanjutnya, pelonggaran kebijakan moneter turut berdampak pada peningkatan uang beredar dalam arti luas (M2). Pada September 2025, pertumbuhan M2 mencapai 8,02 persen yoy, meningkat dari 5,46 persen yoy pada Januari 2025.

Dari sisi komponen, kenaikan M2 dipengaruhi oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1), yang naik dari 7,25 persen yoy pada Januari 2025 menjadi 10,72 persen yoy pada September 2025.

Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan uang kartal di luar bank umum dan BPR, dari 10,30 persen yoy menjadi 14,50 persen yoy pada periode yang sama.

Baca juga: BI Laporkan Uang Beredar Tembus Rp9.771 Triliun per September 2025

Sementara itu, dari sisi faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 didorong oleh peningkatan Aktiva Luar Negeri Bersih (Net Foreign Asset-NFA) dan ekspansi keuangan pemerintah.

“Ke depan, jumlah uang yang beredar diprakirakan meningkat sejalan dengan ekspansi kebijakan fiskal Pemerintah dan peningkatan kegiatan ekonomi,” imbuh Perry. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

42 mins ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

51 mins ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

55 mins ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

1 hour ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

1 hour ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

1 hour ago