Jakarta – Bank Indonesia (BI) dalam dua hari kedepan yakni pada tanggal 20-21 November 2019 menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG). Beberapa pelaku pasar telah memandang dan memprediksi pergerakan suku bunga acuan BI7-DRR.
Chief Ekonomi Bank Danamon Dian Ayu Yustina di Jakarta, Rabu, 20 November memandang, bahwa BI akan menahan suku bunga acuannya pada periode November 2019. Dirinya menilai, kondisi fundamental ekonomi RI masih stabil.
“Prediksi kami kemngkinan BI akan menahan suku bunganya di 5 persen karena dari sisi fundamental sendiri Indonesia masih kondusif. Salahsatunya CAD yang membaik, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan rupiah relatif stabil,” kata Dian.
Pertumbuhan ekonomi RI yang mampu bertahan pada 5,02% hingga kuartal ketiga tahun ini diharapkan semakin menopang angka konsumsi masyarakat.
Dari faktor global, sentimen suku bunga bank sental Amerika Serikat (The Fed) juga diprediksi akan menahan bunga acuannya hingga akhir 2019. Dengan begitu Dian memandang suku bunga BI pada tahun 2020 mendatang hanya turun satu kali atau mencapai 4,75%.
“Sementara itu, arah kebijakan fed akan hold dulu, Saya lihat ini yang diperhatikan BI hingga akhir tahun,” tambah Dian.
Sebagai informasi, pada RDG BI periode Oktober yang lalu, BI kembali menurunkan BI7-DRR sebesar 25 basis points (pbs) menjadi 5% sehingga sejak sepanjang 2019, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak 4 kali berturut atau mencapai 100 bps dari tahun lalu yang mencapai 6%. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Tugure merenovasi atap Panti Asuhan Al Arif di Serang yang sebelumnya rusak dan… Read More
Poin Penting LPEM UI menyarankan BI mempertahankan suku bunga 4,75% pada RDG Maret 2026 di… Read More
Poin Penting BNI menambah fasilitas kredit Rp10 triliun kepada Pegadaian, sehingga total pembiayaan mencapai Rp25,1… Read More
Menyambut puncak arus mudik Lebaran, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan delapan Posko Mudik… Read More
Bantuan sebesar Rp60 juta tersebut diberikan dalam rangka peringatan HUT ke-6 IFG sebagai wujud komitmen… Read More
Poin Penting BNI menetapkan dividen Rp13,03 triliun atau Rp349,41 per saham dari laba bersih tahun… Read More