Jakarta – Ekonomi global masih membawa dampak lanjutan terhadap ekonomi Jepang. Sentimen terhadap ekonomi negara sakura ini kembali terpukul. Pada triwulan kedua 2016, tingkat PDB hanya mencapai 0,2% saja.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dari perekonomian ekonomi terbesar ketiga dunia ini. Belanja konsumen yang rendah dan penurunan ekspor saat Yen menguat sangat mengganggu PDB Jepang. Ketidakpastian global saat ini juga memberi risiko negatif terhadap Jepang.
Lukman Otunuga, Reseacrh Analyst FXTM mengatakan, karena inflasi masih teramat rendah, Bank of Japan sangat diharapkan untuk mengimplementasikan stimulus moneter tambahan demi memicu pertumbuhan ekonomi. “Yen dapat semakin menguat apabila penghindaran risiko karena masalah pertumbuhan global memberi inspirasi bagi investor bullish untuk menyerang” ujar dia,
Dari sudut pandang teknikal, ujar Lukman, nilai tukar Yen terhadap dolar bearish pada rentang waktu harian. “Apabila terjadi breakdown di bawah 101.00 maka akan terbuka jalan menuju 100.00” tandasnya.(*)
Poin Penting Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dari sekitar USD73 hingga berpotensi USD120-140… Read More
Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More
Poin Penting Istana memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.… Read More
Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More
Poin Penting Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan… Read More
Poin Penting PLN beri diskon 50% tambah daya listrik via PLN Mobile selama 25 Februari–10… Read More