Categories: Moneter dan Fiskal

Ekonomi Global Terus Melambat, Bagaimana Ekonomi RI?

Labuan Bajo – Bank Indonesia (BI) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global akan terus melambat. Adanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah berdampak pada ekonomi dunia yang terus tumbuh melambat.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI, Endy Dwi Tjahjono mengatakan, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia akan menurun dari 3,6 persen di 2018 menjadi 3 persen pada 2019. Kemudian pada 2020 menjadi sebesar 3,1 persen.

“Sementara ketegangan hubungan dagang menyebabkan penurunan volume perdagangan dunia. Kegiatan produksi di banyak negara yang berkurang menyebabkan penurunan harga komoditas,” ujar Endy di Labuan Bajo, Senin, 9 Desember 2019.

Terus melambatnya pertumbuhan ekonomi global, kata dia, telah mendorong berbagai negara melonggarkan kebijakan moneternya. Namun, pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan berupa penurunan suku bunga dan ekspansi neraca bank sentral di berbagai negara belum mampu mencegah perlambatan ekonomi dunia.

“Mereka banyak mencari yield lebih tinggi di negara emerging market seperti di Indonesia,” ucap Endy.

Kendati perekonomian global terus melambat, perekonomian Indonesia masih tetap berdaya tahan meski juga mengalami perlambatan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2019 tercatat sebesar 5,02 persen (yoy), melambat dari pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,05 persen (yoy).

“Secara spasial, konsumsi rumah tangga tetap kuat dan pertumbuhan investasi juga tetap baik karena ada juga proyek strategis nasional di sulawesi, kalimantan, dan jawa. Kinerja ekspor di berbagai daerah juga membaik,” paparnya.

Masih kuatnya konsumsi rumah tangga, dan juga investasi yang terus tumbuh, diprediksi akan mendorong perbaikan ekonomi Indonesia di triwulan IV 2019. Ia meyakini, di triwulan IV 2019 ekonomi akan membaik yang didorong oleh kinerja ekspor dan fiskal yang terus meningkat di akhir tahun.

“Karena memang siklusnya seperti itu, yg didorong oleh ekspor yangmembaik, fiskal yang meningkat, dan juga hari raya natal dan tahun baru yang juga ikut menyumbang perekonomian di akhir tahun,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Apakah Benar AS Keluar dari PBB? Cek Faktanya Berikut Ini

Poin Penting Kabar AS keluar dari PBB memicu tanda tanya publik, mengingat AS merupakan salah… Read More

3 hours ago

Kasus Dugaan Penipuan Kripto Jadi Sorotan, Polda Metro Jaya Turun Tangan

Poin Penting Investasi kripto kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan dugaan penipuan yang dilayangkan ke… Read More

3 hours ago

4 WNI Dilaporkan Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon Afrika

Poin Penting Kapal ikan IB FISH 7 diserang bajak laut di perairan Gabon, sembilan awak… Read More

4 hours ago

Pakar Apresiasi Peran Pertamina Capai Target Lifting Minyak APBN 2025

Poin Penting Produksi minyak Pertamina berhasil mencapai target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari.… Read More

5 hours ago

Properti RI Berpeluang Booming Lagi pada 2026, Apa Penyebabnya?

Poin Penting Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik hingga 5,5%, menjadi momentum kebangkitan sektor properti. Dengan… Read More

5 hours ago

AI Masuk Fase Baru pada 2026, Fondasi Data Jadi Penentu Utama

Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More

7 hours ago