Moneter dan Fiskal

Ekonomi Global Diproyeksikan Hanya Mampu Tumbuh 2,9% di 2023

Jakarta – Ekonomi global tengah dihadapkan pada tekanan inflasi, pengetatan likuiditas, kenaikan suku bunga acuan, potensi krisis utang global dan stagflasi. Dimana kelemahan ekonomi global disertai inflasi yang tinggi merupakan kombinasi yang sangat sulit dan rumit bagi kebijakan ekonomi.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidan Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Wempi Saputra mengatakan, eskalasi risiko tersebut membuat prospek pertumbuhan global melemah tajam.

“Tergambar melalui output pertumbuhan ekonomi global yang terus terkoreksi oleh lembaga IMF, yaitu diprediksi pertumbuhan Global akan melambat signifikan dari 6,1% di tahun 2021 menjadi hanya 3,2% tahun 2022 dan 2,9% di tahun 2023, tentu sumber risiko tertinggi berasal dari konflik geopolitik kelemahan ekonomi atau perlambatan pemulihan di negara-negara maju khususnya di tiongkok,” ujar Wempi, Senin, 5 September 2022.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat telah mengalami kontraksi berturut-turut di kuartal-I 2022 sebesar -1,6% dan kuartal-II 2022 sebesar -0,9%.

“Hal ini Tentunya mencerminkan inflasi yang semakin menekan dan pengetatan moneter yang sangat agresif. Untuk perekonomian tiongkok juga melambat signifikan hanya tumbuh 0,4% yoy di kuartal-II 2022 sebagai dampak dari kebijakan zero Covid-19,” tambahnya.

Selain itu, konflik geopolitik dan perang di Ukraina semakin memperburuk disrupsi supply serta mendorong lonjakan harga komoditas. Karena, Rusia dan Ukraina merupakan produsen utama beberapa komoditas pangan dan energi dunia.

“Ancaman krisis energi telah membayangi benua Eropa dan pada musim dingin mendatang akan semakin memburuk jika konflik geopolitik terus meruncing. Tekanan ekonomi global turut mendorong volatilitas di pasar keuangan yang juga berdampak pada keluarnya aliran modal,” pungkas Wempi. (*) Irawati

 

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

2 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

11 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

11 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

12 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

13 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

13 hours ago