Sebaliknya, daya tahan dan kemampuan adaptasi yang telah teruji menjadi modal utama bagi UMKM untuk menjadi aktor utama dalam ekonomi digital. Apabila selama ini UMKM kesulitan menempatkan produknya di pasar, pada era ekonomi digital UMKM dapat dengan mudah memasarkan produknya. Tidak hanya di pasar domestik, tapi juga pasar internasional atau setidaknya melintas ke pasar regional ASEAN (cross border). Tentunya pasar digital memerlukan penanganan yang berbeda dengan pasar tradisional. Proses bisnis maupun model bisnis merupakan area utama yang perlu dibenahi.
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan UMKM sebelum memasuki ekonomi digital di antaranya ialah kemampuan dan kemauan untuk memahami kebutuhan pelanggan, layanan yang konsisten dengan prosedur layanan yang standar, serta memberikan kesan yang bagus dan memperhatikan umpan balik pelanggan. Penggunaan big data analytics (BDA) dan customer relationship management (CRM) sangat membantu UMKM untuk dapat optimal melayani pelanggan. Sangat naif apabila mengharapkan UMKM menerapkan BDA dan CRM secara mandiri. Kendati demikian, hal tersebut dapat dibantu oleh para stakeholders sehingga UMKM dapat mengetahui kebutuhan pelanggan dan menerapkan strategi yang tepat untuk beroperasi di ekonomi digital.
Semua hal tersebut butuh proses. Perlu langkah pemberdayaan yang tepat. Sering kali kita melihat bahwa pemberdayaan UMKM dilakukan secara parsial dan melibatkan banyak instansi. Hasilnya pun tidak (belum) optimal. Everybody’s business is nobody’s business. Saatnya melangkah bersama secara komprehensif dan integratif sehingga UMKM mampu berjaya pada era ekonomi digital. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menilai wacana pemotongan gaji pejabat yang… Read More
Poin Penting PT Bank Maspion Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman USD285 juta dari KASIKORNBANK Public… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106,83 pada perdagangan Selasa (17/3), menjelang… Read More
Poin Penting Survei Amar Bank terhadap 1.600 responden menunjukkan 87 persen masyarakat mengalami kenaikan pengeluaran… Read More
Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More
Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More