Ekonomi Digital

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Sumbang 5 Persen PDB pada 2030

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan ekonomi digital akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi domestik sebesar 5 persen pada 2030.

Wakil Ketua Komite Tetap (Komtap) II Kajian Ekonomi Global Strategis Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Josua Pardede menyebut pertumbuhan ekonomi digital diproyeksikan bakal terus terakselerasi dan berlangsung secara eksponensial hingga 2030.

“Kami tetap melihat bahwa kontribusi dari ekonomi digital ini akan melampaui 5 persen terhadap GDP (produk domestik bruto/PDB–red) mendekati ataupun menuju 2030,” ujar Josua dalam Growth Summit 2025 yang digelar Moengage dan Infobank Digital, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.

Baca juga: Ekonom Kadin Wanti-Wanti RI Dibanjiri Produk China Imbas Tarif Trump

Josua menilai e-commerce akan menjasi sektor utama pendorong ekonomi digital di Tanah Air. Tercatat, pada 2024 saja, transaksi e-commerce berada di sekitar USD65 miliar.

“Ini artinya sekitar 70 persen dari ekonomi digital. Dan kalau kita lihat juga misalkan pertumbuhan dari uang elektronik, transaksi uang elektronik itu compare, misalkan transaksi kartu kredit ataupun dengan debit itu sudah kalah. Kalau pertumbuhannya masih double digit bahkan waktu di awal-awal uang elektronik itu bertumbuhannya triple digit,” terangnya.

Selain itu, langkah dan program prioritas pemerintah melalui Danantara, yang berencana mendorong investasi di pusat data (data center), juga menjadi faktor pendorong ekonomi digital.

Josua mengatakan pusat data akan menjadi salah satu sektor yang cukup menarik untuk menyalurkan pembiayaan pada masa depan. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya pengembangan data center di Indonesia, seperti di Jakarta, Surabaya, dan Batam, Kepulauan Riau.

“Itu banyak sekali pengembangan data center di sana dan ini saya pikir berkaitan tadi dengan infrastruktur. Karena tanpa adanya e-commerce yang ada infrastrukturnya pun juga harus kita tingkatkan pembangunan infrastruktur. Palapa Ring, peruasan jaringan, dan juga tadi pembangunan data center. Dan lebih terpenting lagi adalah literasi dan juga SDM digitalnya,” ungkap Ekonom Kadin yang juga Kepala Ekonom Bank Permata.

Baca juga: Jurus Permata Bank Genjot Transaksi Kartu Kredit di Tengah Suku Bunga BI Turun

Josua menilai infrastruktur digital merupakan hal terpenting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital. Dengan demikian, ekonomi digital Indonesia diharapkan akan tetap menjadi salah satu yang terbesar di ASEAN.

“Harapannya nanti ke depannya pun digital ekonomi Indonesia akan tetap menjadi the biggest digital economy in ASEAN. Jadi equals dengan conventional economy saat ini Indonesia kan juga the largest in ASEAN 40 persenaccounts of total economy ASEAN. Jadi sama halnya pun juga digital economy Indonesia akan berkontribusi sekitar 40 persen dari digital economy di ASEAN,” bebernya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

6 hours ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

7 hours ago

Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More

8 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

9 hours ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

10 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

10 hours ago