Menurut Mirza, mulai pulihnya perekonomian China nantinya akan berpengaruh pada harga komoditas yang saat ini menurun. Sehingga, kondisi tersebut tentu bakal menopang perekonomian nasional yang saat ini masih mengandalkan komoditas sebagai sumber pertumbuhan perekonomian.
“Tapi sekarang ini sudah ada recovery, sehingga harga batubara, karet, CPO, nikel sudah ada perbaikan. Sehingga ekonomi nasional khususnya di daerah-daerah yang mengandalkan harga komoditas bakal membaik,” ucapnya.
Saat ini, perekonomian di daerah-daerah seperti Sumatera dan Kalimantan sudah mengalami perbaikan. Pada kuartal III-2016 perekonomin Sumatera tumbuh 3,9% dan Kalimantan 2,1% atau mengalami perbaikan dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya di 2015 yang tumbuh melemah.
“Sumatera dan Kalimantan sudah recovery dibandingkn 2015. Tapi memang ekonomi Sumatera dan Kalimantan belum kembali seperti di 2012. Tapi dengan adanya perbaikan harga komoditas Sumatera dan Kalimantan sudah recovery,” tutup Mirza. (*)
(Baca juga: Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global Masih Menghantui)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Melalui kehadiran booth ini, BCA Syariah memperkenalkan berbagai produk dan layanan perbankan syariah, yaitu mobile… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group PERTUMBUHAN ekonomi kuartal IV tahun 2025 sebesar… Read More
Poin Penting Fakta persidangan menegaskan proses pengajuan hingga pencairan kredit Sritex berjalan tanpa intervensi direksi,… Read More
Oleh Rizky Triputra, Anggota Komunitas Penulis Asuransi indonesia (Kupasi) CHARTERED Insurance Institute (CII), sebuah lembaga… Read More
Poin Penting Pada pembukaan perdagangan 6 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun tajam dari… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 6 Februari 2026, meliputi Galeri24, UBS,… Read More