Ilustrasi: Perekonomian Amerika Serikat/istimewa
Jakarta – Ekonomi Amerika Serikat (AS) berkembang lebih cepat dengan laju tahunan sebesar 3 persen dari periode April hingga Juni 2024. Hal ini ditopang oleh aksi belanja konsumen dan investasi yang kuat.
Berdasarkan laporan Departemen Perdagangan AS, produk domestik bruto AS, total produksi barang dan jasa meningkat tajam dalam triwulan kedua dari tingkat tahunan sebesar 1,6 persen yang sempat lemah pada tiga bulan pertama tahun ini.
“Belanja konsumen, pendorong utama ekonomi tumbuh dalam kuartal terakhir pada laju 2,8 persen, turun sedikit dari tingkat 2,9 persen yang sebelumnya diperkirakan pemerintah,” tulis laporan tersebut, seperti dinukil VOA Indonesia, Jumat, 27 September 2024.
Baca juga : MAMI: Penguatan Ekonomi AS Dorong Perubahan Ekspektasi Pasar di RI
“Investasi bisnis juga solid, naik pada kecepatan tahunan 8,3 persen yang kuat dalam kuartal terakhir, diawali kenaikan 9,8 persen dalam investasi peralatan,” tambah laporan tersebut.
Diketahui, ekonomi negara adidaya tersebut menunjukkan ketahanan yang luar biasa dalam menghadapi 11 kenaikan suku bunga yang dilakukan Fed pada 2022 dan 2023 untuk melawan inflasi terburuk dalam empat dekade.
Sejak mencapai puncaknya 9,1 persen pada pertengahan 2022, inflasi tahunan yang diukur dengan indeks harga konsumen telah turun menjadi 2,5 persen.
Baca juga : Survei Gallup: 68 Persen Warga Sebut Ekonomi AS Memburuk
Meskipun terjadi lonjakan suku bunga pinjaman, ekonomi terus tumbuh dan pengusaha terus melakukan perekrutan. Namun, pasar kerja telah menunjukkan tanda-tanda pelemahan dalam beberapa bulan ini.
Dari Juni hingga Agustus, pengusaha AS rata-rata hanya menambah 116.000 pekerjaan per bulan, rata-rata tiga bulan terendah sejak pertengahan 2020, ketika pandemi COVID melumpuhkan ekonomi.
Tingkat pengangguran meningkat dari 3,4 persen tahun lalu, level terendah dalam 50 tahun, menjadi 4,2 persen yang masih relatif rendah. (*)
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More