Ilustrasi: Citibank proyeksikan suku bunga The Fed bakal naik di November 2023/istimewa
Jakarta – Bank Indonesia (BI) diprediksi kembali menaikan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate miliknya, hal tersebut seiring dengan masih membaiknya kondisi ekonomi dari negara Amerika Serikat (AS).
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, Tigor Siahaan, setelah menghadiri persiapan Indonesia Banking Expo (IBEX) 2018 di Jakara. Tigor menilai, suku bunga acuan AS masih akan terus naik hingga akhir tahun 2018.
“Saya rasa kemungkinan ada kenaikan, tergantung bagaimana sikap mereka (BI) melihat sukbung di Amerika itu,” kata Tigor di Jakarta, Rabu 14 November 2018.
Tigor menambahkan, BI masih terus mengantisipasi pergerakan suku bunga AS tersebut dengan berbagai regulasi yang telah dilakukan guna menjaga stabilitas.
Tigor menilai, pertumbuhan ekonomi AS masih sangat stabil dan sangat baik, hal tersebutlah yang perlu diwaspadai oleh negara negara emerging market.
“Amerika sendiri itu, dari segi pertumbuhannya sangat baik. Pertumbuhan 3% di dua quarter, yang quarter kedua mencapai 3 itu sangat baik, jadi mereka merasa harus hati-hati juga,” tambah Tigor.
Sebelumnya, sepanjang 2018 BI telah menaikkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebanyak 150 bps pada bulan Mei Juni dan Agustus sehingga kini berada di level 5,75%. Sedangkan pada hari ini (15/11) BI telah melaksanakan Rapat Dewan Gubernur bulan November guna memutuskan angka suku bunga tersebut.(*)
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More