Pertumbuhan Ekonomi Digital Bisa Berontribusi USD150 Juta ke PDB
Jakarta–Pengamat Ekonomi, A. Prasetyantoko menilai, pertumbuhan ekonomi nasional pada lima tahun ke depan masih berjalan lambat walau diprediksi akan tetap tumbuh. Hal tersebut dikarenakan pada saat ini sudah tidak terdapat komoditas sumber pendapatan negara yang bernilai fantastis.
“Cirinya memang lebih lambat pola pertumbuhannya. Ke depan jauh lebih lambat, karena kita tidak ada lagi miliki sumber pendapatan yang pertumbuhan fantastis. Kalau kita dulu masih punya komoditas yang baik,” jelas Prasetyantoko di kampus Unika Atmajaya, Jakarta, Jumat, 15 September 2017.
Ekonom yang juga menjabat sebagai Rektor Unika Atmajaya ini juga menilai, pertumbuhan ekonomi di lima tahun mendatang masih akan ditopang oleh konsumsi domestik dan ekspor yang mulai membaik. Selain itu investasi diperkirakan mulai meningkat seiring selesainya proyek infrastruktur serta berbagai implementasi paket kebijakan ekonomi.
“Itu yang sekarang dilakukan pemerintah, pembangunan infrastruktur, adanya paket kebijakan baru. Nah Kalau misal ini dilaksanakan dengan benar maka kita akan bergeser,” tambah Prasetyantoko.
Dirinya beranggapan bahwa Indonesia saat ini masih berada di fase peningkatan dan pertumbuhan, namun dirinya tidak sependapat dengan pemerintah yang mentargetkan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, hal tersebut dapat berdampak pada kekecewaan.
“Tapi menurut saya saat ini lebih sehat, lebih baik menata secara regulasi dan Infrastuktur kita dibangun untuk naik pelan itu yang menurut saya lebih baik. Namun saya tidak pro dan tidak mendukung target yang tinggi akan berakibat kekecewaan nantinya. Cukup tumbuh pelan stabil yang tidak terganggu dengan global dan tidak kompetitif,” tukas Prasetyantoko.
Seperti di ketahui pertumbuhan ekonomi dalam yang dicanangkan pemerintah melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) di tahun 2018 ditargetkan mencapai 5,4 persen atau lebih tinggi dari sasaran tahun 2017 sebesar 5,2 persen. (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ENTAH ide dari mana datangnya, tidak… Read More
Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More
Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More