Sentimen Perang Dagang AS Buat Rupiah Anjlok Rp14.700
Jakarta– Sentimen negatif nampaknya masih membayangi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir dimana nilai tukar rupiah terhadap US$ hari ini (8/5) berada pada level 14.305/US$
Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Piter Abdullah menyebut, sentimen global tersebut terjadi akibat sikap Bank Sentral AS (The Fed) yang tidak cukup dovish.
“Sekarang ini sentimen global cukup negatif terkait perkembangan di AS dimana The Fed nampaknya tidak cukup dovish setelah keluarnya data ekonomi AS yang positif,” kata Piter ketika dihubungi oleh Infobank, Selasa 7 Mei 2019.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi AS yang diatas ekspektasi mencapai 3,2%, inflasi yang terjaga dan pengangguran turun ke level terendah membuka peluang The Fed untuk tidak menurunkan suku bunga acuannya. Dengan adanya hal tersebut, investor diperkirakan akan mengembalikan dananya ke negara Paman Sam tersebut.
“Investor sudah siap-siap mengalirkan dananya kembali ke AS. Hal ini berdampak negatif terhadap nilai tukar negara berkembang khususnya kita yang mengalami CAD,” kata Piter.
Sebagai informasi, data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) di level Rp14.305 per dolar AS, menguat tipis hanya 4 poin atau 0,04 persen dari posisi Rp14.309 pada Selasa (7/5). (*)
Poin Penting AAJI resmi membuka pencalonan Ketua Dewan Pengurus periode 2026-2028, yang akan diputuskan melalui… Read More
Poin Penting AAJI menunjuk dua Plt Ketua, yakni Albertus Wiroyo dan Handojo G. Kusuma, usai… Read More
Poin Penting Dana riset nasional naik menjadi Rp12 triliun, setelah Presiden Prabowo menambah anggaran sebesar… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 dan seluruh indeks domestik berakhir… Read More
Poin Penting IHSG menguat 1,55 persen sepekan dan ditutup di level 9.075,40, sekaligus mencetak rekor… Read More
Poin Penting Modalku menyalurkan pendanaan Rp9,2 triliun kepada lebih dari 74 ribu UKM sejak berdiri… Read More