Perbankan

Ekonom Sebut Kredit 2026 Bisa Tumbuh 8-10 Persen, Ini Kuncinya

Poin Penting

  • Chief Economist Bank Permata memproyeksikan pertumbuhan kredit 2026 di kisaran 8–10 persen, sejalan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,1–5,2 persen.
  • Risiko eksternal seperti dampak kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump masih membayangi, namun perbaikan daya beli dinilai menjadi sentimen positif.
  • Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi 2025 tumbuh 5,11 persen yoy, sementara kredit perbankan naik 9,69 persen yoy, sesuai kisaran proyeksi BI.

Jakarta – Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menyebut proyeksi pertumbuhan kredit untuk tahun 2026 masih berkisar di rentang 8-10 persen.

Josua melihat, angka pertumbuhan kredit tersebut masih konservatif, sejalan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini dikisaran 5,1-5,2 persen.

Meski demikian, ia menambahkan masih akan ada sentimen dari dampak tarif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada tahun lalu yang memengaruhi kondisi ekspor Indonesia saat ini.

“Yang kedua tadi adalah ada ekspektasi perbaikan dari sisi daya beli masyarakat ataupun konsumsi masyarakat ini pun juga menjadi salah satu basis positif untuk pemulihan ekonomi tahun ini,” kata Josua kepada media di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Baca juga: Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Walaupun masih ada risiko, Josua menyebut trajektori ekonomi Indonesia masih ke arah yang positif, tetapi juga harus disertai dukungan dari Pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Dengan ekonomi yang stabil juga mendorong investor asing untuk kembali menanamkan investasinya di Indonesia.

“Orang investor kan dia nggak mau invest untuk jangka pendek kan, tapi dia untuk invest jangka panjang. Jadi bagaimana stabilitas itu harus dibuktikan oleh pemerintah,” imbuhnya.

Kinerja Ekonomi dan Kredit 2025

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut didorong kinerja kuat pada kuartal IV yang mencapai 5,39 persen yoy, lebih tinggi dibanding kuartal III sebesar 5,04 persen yoy.

Adapun kredit perbankan sepanjang 2025 tumbuh 9,69 persen yoy, masih berada dalam kisaran prakiraan Bank Indonesia sebesar 8–11 persen yoy.

Baca juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sepanjang 2025 Capai 5,11 Persen

Secara rinci, kredit investasi tumbuh 21,06 persen yoy, kredit modal kerja 4,52 persen yoy, dan kredit konsumsi 6,58 persen yoy. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Portofolio Pembiayaan EV Adira Finance Didominasi Mobil Listrik

Poin Penting Pembiayaan mobil listrik di Adira Finance jauh lebih besar dibandingkan motor listrik. Porsi… Read More

38 mins ago

Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah, Pengamat dan APPI Buka Suara

Poin Penting Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Jakarta menyegel sejumlah toko Tiffany & Co… Read More

58 mins ago

Kantongi Laba Rp954 Miliar di 2025, Begini Strategi BRI Life Pacu Kinerja 2026

Poin Penting PT Asuransi BRI Life membukukan laba Rp954 miliar pada 2025, naik 25,4 persen… Read More

1 hour ago

Zentara Dorong Edukasi Publik Hadapi Ancaman Siber Berbasis AI

Poin Penting Regulasi keamanan siber Indonesia dinilai sudah kuat dan setara standar global, mencakup kripto,… Read More

1 hour ago

IHSG Berpotensi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BKSL, ELSA hingga ENRG

Poin Penting MNC Sekuritas memprediksi IHSG hari ini (13/2) berpeluang melanjutkan penguatan ke kisaran 8.377–8.440,… Read More

2 hours ago

OJK Akui Pembiayaan Hijau UMKM Kurang Optimal, Ini Penyebabnya

Poin Penting Penyaluran green financing ke UMKM belum optimal, meski kebijakan ekonomi hijau sudah tersedia,… Read More

3 hours ago