Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Foto: Khoirifa)
Poin Penting
Jakarta – Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menyebut proyeksi pertumbuhan kredit untuk tahun 2026 masih berkisar di rentang 8-10 persen.
Josua melihat, angka pertumbuhan kredit tersebut masih konservatif, sejalan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini dikisaran 5,1-5,2 persen.
Meski demikian, ia menambahkan masih akan ada sentimen dari dampak tarif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada tahun lalu yang memengaruhi kondisi ekspor Indonesia saat ini.
“Yang kedua tadi adalah ada ekspektasi perbaikan dari sisi daya beli masyarakat ataupun konsumsi masyarakat ini pun juga menjadi salah satu basis positif untuk pemulihan ekonomi tahun ini,” kata Josua kepada media di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Baca juga: Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar
Walaupun masih ada risiko, Josua menyebut trajektori ekonomi Indonesia masih ke arah yang positif, tetapi juga harus disertai dukungan dari Pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dengan ekonomi yang stabil juga mendorong investor asing untuk kembali menanamkan investasinya di Indonesia.
“Orang investor kan dia nggak mau invest untuk jangka pendek kan, tapi dia untuk invest jangka panjang. Jadi bagaimana stabilitas itu harus dibuktikan oleh pemerintah,” imbuhnya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan tersebut didorong kinerja kuat pada kuartal IV yang mencapai 5,39 persen yoy, lebih tinggi dibanding kuartal III sebesar 5,04 persen yoy.
Adapun kredit perbankan sepanjang 2025 tumbuh 9,69 persen yoy, masih berada dalam kisaran prakiraan Bank Indonesia sebesar 8–11 persen yoy.
Baca juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sepanjang 2025 Capai 5,11 Persen
Secara rinci, kredit investasi tumbuh 21,06 persen yoy, kredit modal kerja 4,52 persen yoy, dan kredit konsumsi 6,58 persen yoy. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting APBN 2026 masih kuat menahan dampak kenaikan harga minyak akibat konflik global, sehingga… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat tipis sebesar 0,15 persen ke level 7.312,85; didominasi saham naik… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kembali naik setelah tren penurunan sepekan terakhir. Emas Galeri24… Read More
Poin Penting Rupiah menguat 0,15 persen ke Rp16.886 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, dari… Read More
Poin Penting IHSG secara teknikal masih berisiko terkoreksi ke kisaran 6.745–6.887, meski dalam skenario terbaik… Read More
Oleh Tim Redaksi Infobank KORUPSI harus diberantas. Dalam gelora pidato kenegaraan, masyarakat terbiasa mendengar gelegar… Read More