Ekonom: Ruang Pelonggaran Moneter Terbuka di 2018

Ekonom: Ruang Pelonggaran Moneter Terbuka di 2018

BI Dinilai Belum Perlu Pangkas Suku Bunga
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih memiliki ruang untuk kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis points (bps) lagi di tahun depan, dari posisi saat ini yang berada pada level 4,25 persen.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada, A. Tony Prasetiantono, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 20 November 2017 mengatakan, ruang pelonggaran moneter ini sejalan dengan trend inflasi rendah yang masih terjadi.

“Inflasi di 2018 diperkirakan turun 25 bps lagi menjadi 4 persen,” ujarnya.

Sebagai informasi, menurut data BI selama masa kepemimpinan Gubernur BI Agus DW Martowardojo, Bank sentral telah menurunkan suku bunga kebijakan moneter sebesar 200 basis poin menjadi 4,25 persen. Langkah penurunan yang dilakukan BI itu sejalan dengan era inflasi rendah.

Sementara hingga akhir tahun ini, kata dia, suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate diperkirakan masih akan bertahan pada level 4,25. Perkiraan tersebut sejalan dengan suku bunga AS (Fed Funds Rate) yang diperkirakan berada pada angka 1,50 persen di akhir tahun ini.

“Tetapi di 2018 Fed Funds Rate akan naik menjadi 2,00 persen,” tutupnya. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]