Ilustrasi daya beli konsumen. Foto: Istimewa
Jakarta – Konsumsi rumah tangga diprediksi akan mengalami perlambatan di 2020. Hal ini disimpulkan dari hasil data Gross Domestic Savings and Household Consumption Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Danamon, yang menunjukkan penurunan angka tabungan domestik bruto dari 2,7% menjadi 2,3% pada 2018.
Dengan 2 tahun time lag, penurunan tabungan diprediksi akan berpengaruh pada turunnya konsumsi rumah tangga. “Dari pengamatan kami, sektor konsumsi akan mengalami perlambatan juga pada 2020,” ujar Ekonom dari Bank Danamon, Wisnu Wardana di Jakarta, 12 Desember 2019.
Wisnu menilai konsumsi masih menjadi mesin utama dari empat mesin utama penggerak ekonomi yaitu, konsumsi, investasi, pemerintah, ekspor dan impor. Lesunya ketiga sektor lain dan turunnya konsumsi rumah tangga akan menjadi tantangan bagi Indonesia pada 2020.
“Pada 2019, ekspor agak melambat karena kondisi global. Sementara dari sisi Investasi juga ada perlambatan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Konsumsi jadi motor utama perekonomian,” jelasnya.
Untuk itu, kata dia, Indonesia perlu meningkatkan produksi barang atau produk yang mampu bersaing di pasar global. Produk dan barang ini bisa berupa pakaian seperti batik atau makanan dan minuman tertentu seperti jamu. Dengan produksi masif dan ekspansi pasar global, pertumbuhan ekonomi akan lebih baik. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting: MK memutuskan hanya BPK yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara korupsi. KPK… Read More
Poin Penting OJK telah memblokir 33.252 rekening terindikasi judi online, meningkat dari sebelumnya 32.556 rekening.… Read More
Poin Penting OJK mencatat 53 rencana penawaran umum hingga Maret 2026, dengan 15 perusahaan di… Read More
Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More