Perbankan

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting

  • Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen pada 2026, jika aktivitas ekonomi membaik.
  • Dana pihak ketiga (DPK) juga diperkirakan naik sekitar 10 persen, dengan LDR berada di level optimal sekitar 85 persen.
  • Pertumbuhan kredit 2025 tercatat 9,69 persen (yoy), namun penyalurannya dinilai belum merata, terutama di segmen UMKM.

Jakarta – Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan mencapai 10 persen pada 2026.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan pertumbuhan dua digit tersebut dapat tercapai jika terjadi percepatan aktivitas ekonomi.

Josua juga menyoroti pertumbuhan kredit investasi yang cukup signifikan pada tahun lalu akan mendorong permintaan kredit modal kerja tahun ini. Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan kredit diperkirakan berada di kisaran 10 persen.

“Kalau sekiranya produktivitas perekonomian itu terus membaik, dengan tadi harapan bahwa pertumbuhan kredit investasi tahun lalu yang cukup signifikan tersebut, itu mulai merefleksikan permintaan kredit modal kerja di tahun ini. Kami melihat bahwa pertumbuhan kredit pun juga setidaknya akan sedikit membaik juga dibandingkan dengan tahun lalu di kisaran 10 persenan di tahun ini,” ujar Josua dalam Media Briefing PIER Economic Review 2025, Jumat, 20 Februari 2026.

Baca juga: OJK Pede Kredit Perbankan 2026 Tumbuh hingga 12 Persen, Bagaimana Sektor Lain?

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana masyarakat juga diproyeksikan akan tumbuh double digit. Josua memperkirakan dana pihak ketiga (DPK) akan tumbuh di sekitar 10 persen pada akhir 2026.

Begitupun dengan rasio perbandingan pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) menjadi optimal di kisaran 85 persen. 

Sektor Otomotif Masih Terbatas

Meski optimistis terhadap kredit, Josua mengingatkan bahwa sektor otomotif masih lesu. Namun, kinerjanya diperkirakan sedikit membaik dibandingkan tahun lalu.

“Kami melihat bahwa secara keseluruhan tahun ini pertumbuhan ataupun penjualan otomotif pun juga akan cenderung membaik meskipun memang cukup terbatas,” imbuh Josua.

Josua menyebutkan, penjualan kendaraan roda empat diperkirakan naik sekitar 2 persen ke 821 ribu unit, dan penjualan kendaraan roda dua tetap flat menjadi 6,4 juta unit.

Baca juga: Prabowo-Trump Sepakati Tarif Resiprokal 19 Persen, Begini Pandangan Ekonom

Evaluasi Kredit dan DPK 2025

Josua menambahkan, pertumbuhan kredit pada 2025 sempat melambat sebelum melonjak pada November–Desember. Peningkatan tersebut didorong penyaluran kredit yang berkaitan dengan program prioritas pemerintah. Secara tahunan (year on year/yoy), kredit perbankan tumbuh 9,69 persen pada 2025.

Di sisi lain, pertumbuhan DPK pada 2025 melampaui kredit. Kondisi ini dipengaruhi penempatan dana SAL pemerintah di bank Himbara.

Baca juga: Prabowo Targetkan RoA Danantara 7 Persen, Begini Respons Bos Himbara

Josua menekankan perlunya mendorong penyaluran kredit agar lebih merata, khususnya pada segmen UMKM.

“Meskipun memang tentunya yang perlu diharapkan di sini adalah bagaimana terkait dengan pertumbuhan kredit. Khususnya karena masih terjadi dari sisi segmen bisnisnya sendiri masih belum cukup merata khususnya segmen bisnis UMKM,” kata Josua. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ekspansi Ritel, MR.DIY Indonesia Siap Tambah 270 Toko dan Flagship Store di 2026

Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More

4 hours ago

Geopolitik dan Harga Minyak Bayangi Ekonomi 2026, Permata Bank Lakukan Strategi Ini

Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More

5 hours ago

Klaim Bencana Sumatra Belum Tuntas, Jasindo Targetkan Finalisasi Mei 2026

Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More

5 hours ago

Ekonom Ingatkan PR Besar Pimpinan Baru OJK, dari Pasar Modal hingga Risiko BPR

Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More

6 hours ago

ICDX Gelar Commodity Outlook 2026

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More

6 hours ago

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Poin Penting KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji.… Read More

7 hours ago