Ilustrasi: Penyaluran kredit perbankan/istimewa
Poin Penting
Jakarta – Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan mencapai 10 persen pada 2026.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan pertumbuhan dua digit tersebut dapat tercapai jika terjadi percepatan aktivitas ekonomi.
Josua juga menyoroti pertumbuhan kredit investasi yang cukup signifikan pada tahun lalu akan mendorong permintaan kredit modal kerja tahun ini. Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan kredit diperkirakan berada di kisaran 10 persen.
“Kalau sekiranya produktivitas perekonomian itu terus membaik, dengan tadi harapan bahwa pertumbuhan kredit investasi tahun lalu yang cukup signifikan tersebut, itu mulai merefleksikan permintaan kredit modal kerja di tahun ini. Kami melihat bahwa pertumbuhan kredit pun juga setidaknya akan sedikit membaik juga dibandingkan dengan tahun lalu di kisaran 10 persenan di tahun ini,” ujar Josua dalam Media Briefing PIER Economic Review 2025, Jumat, 20 Februari 2026.
Baca juga: OJK Pede Kredit Perbankan 2026 Tumbuh hingga 12 Persen, Bagaimana Sektor Lain?
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana masyarakat juga diproyeksikan akan tumbuh double digit. Josua memperkirakan dana pihak ketiga (DPK) akan tumbuh di sekitar 10 persen pada akhir 2026.
Begitupun dengan rasio perbandingan pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) menjadi optimal di kisaran 85 persen.
Meski optimistis terhadap kredit, Josua mengingatkan bahwa sektor otomotif masih lesu. Namun, kinerjanya diperkirakan sedikit membaik dibandingkan tahun lalu.
“Kami melihat bahwa secara keseluruhan tahun ini pertumbuhan ataupun penjualan otomotif pun juga akan cenderung membaik meskipun memang cukup terbatas,” imbuh Josua.
Josua menyebutkan, penjualan kendaraan roda empat diperkirakan naik sekitar 2 persen ke 821 ribu unit, dan penjualan kendaraan roda dua tetap flat menjadi 6,4 juta unit.
Baca juga: Prabowo-Trump Sepakati Tarif Resiprokal 19 Persen, Begini Pandangan Ekonom
Josua menambahkan, pertumbuhan kredit pada 2025 sempat melambat sebelum melonjak pada November–Desember. Peningkatan tersebut didorong penyaluran kredit yang berkaitan dengan program prioritas pemerintah. Secara tahunan (year on year/yoy), kredit perbankan tumbuh 9,69 persen pada 2025.
Di sisi lain, pertumbuhan DPK pada 2025 melampaui kredit. Kondisi ini dipengaruhi penempatan dana SAL pemerintah di bank Himbara.
Baca juga: Prabowo Targetkan RoA Danantara 7 Persen, Begini Respons Bos Himbara
Josua menekankan perlunya mendorong penyaluran kredit agar lebih merata, khususnya pada segmen UMKM.
“Meskipun memang tentunya yang perlu diharapkan di sini adalah bagaimana terkait dengan pertumbuhan kredit. Khususnya karena masih terjadi dari sisi segmen bisnisnya sendiri masih belum cukup merata khususnya segmen bisnis UMKM,” kata Josua. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More
Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More
Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More
Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More
Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More
Poin Penting KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji.… Read More