Moneter dan Fiskal

Ekonom Permata Bank Beberkan 4 Risiko Global yang Mengancam Ekonomi RI, Apa Saja?

Poin Penting

  • Geopolitik & Perang Dagang – Tensi global dan dampak tarif AS berisiko menekan sentimen pasar serta kinerja ekspor.
  • Divergensi Suku Bunga – Perbedaan arah kebijakan European Central Bank, Federal Reserve, dan Bank of Japan berpotensi mengguncang arus modal.
  • Perlambatan Tiongkok – Melemahnya ekonomi Tiongkok dapat menekan perdagangan dan investasi RI.

Jakarta – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengungkapkan sejumlah risiko global pada 2026 yang berpotensi menekan perekonomian Indonesia. Menurutnya, dinamika eksternal tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar dampaknya terhadap stabilitas domestik dapat diminimalkan.

Josua memerinci, terdapat empat risiko utama yang membayangi. Pertama, tensi geopolitik global yang masih berlanjut dan berpotensi memicu sentimen risk-off di pasar keuangan domestik dalam jangka pendek.

Kedua, ketidakpastian perang dagang yang masih berlangsung. Meski Presiden Prabowo Subianto tengah berada di Amerika Serikat untuk melanjutkan tahap negosiasi, proses tersebut dinilai belum sepenuhnya meredam risiko.

Baca juga: Dari Washington, Kadin Nilai Langkah Prabowo Perkuat Posisi RI di Peta Ekonomi Global

Ia menjelaskan, pada 2025 neraca perdagangan—khususnya ekspor Indonesia ke AS—masih dipengaruhi faktor front loading pada semester I. Sementara pada semester II mulai terlihat normalisasi kinerja ekspor.

“Artinya, efek tarif resiprokal itu sudah mulai berjalan dan dampak penuhnya akan semakin terindikasi tahun ini. Ini yang perlu kita antisipasi,” ujar Josua dalam Media Briefing PIER Economic Review 2025, Jumat, 20 Februari 2026.

Risiko yang ketiga adalah divergensi arah kebijakan suku bunga global yang perlu diantisipasi agar meminimalisir dampak terhadap ekonomi Indonesia. Josua menyebut, The European Central Bank (ECB) memberikan sinyal untuk ‘mengerem’ penurunan suku bunga acuannya.

Meski demikian, bank sentral AS atau Federal Reserve (the Fed) diperkirakan masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuan, tetapi relatif terbatas diabndingkan tahun lalu.

Di sisi lain, tren kenaikan suku bunga Bank of Japan masih berlanjut samoai dengan dua tahun ke depan.

“Sehingga ini pun juga menunjukkan bahwa divergensi arah kebijakan suku bunga global ini memberikan dampak juga pada jangka pendek namun juga jangka menengah panjang,” jelasnya.

Baca juga: BI Optimistis Ekonomi Kuartal I 2026 Tetap Tinggi, Ini Pendorongnya

Keempat, perlambatan ekonomi Tiongkok yang akan memberikan dampak dalam jangka menengah dan panjang. Josua mengatakan, risiko ini harus diantisipasi, terutama pengaruhnya terhadap perdagangan Indonesia dan pelemahan investasi.

“Ini tentunya kita perlu harus mengantisipasi karena dampaknya ini akan cukup berpengaruh bukan hanya kepada perdagangan Indonesia, mengingat Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia, namun juga kita perlu mengantisipasi dampaknya terhadap pelemahan investasi,” ungkapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ekspansi Ritel, MR.DIY Indonesia Siap Tambah 270 Toko dan Flagship Store di 2026

Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More

8 hours ago

Geopolitik dan Harga Minyak Bayangi Ekonomi 2026, Permata Bank Lakukan Strategi Ini

Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More

9 hours ago

Klaim Bencana Sumatra Belum Tuntas, Jasindo Targetkan Finalisasi Mei 2026

Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More

9 hours ago

Ekonom Ingatkan PR Besar Pimpinan Baru OJK, dari Pasar Modal hingga Risiko BPR

Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More

10 hours ago

ICDX Gelar Commodity Outlook 2026

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More

10 hours ago

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Poin Penting KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji.… Read More

11 hours ago