Chief Economist Permata Bank Josua Pardede (Foto : M.Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, menilai pergantian kepemimpinan di pucuk pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, terutama setelah dinamika yang terjadi di pasar keuangan pada awal tahun ini.
“Kalau kita melihat di Januari yang juga di awal Februari, di mana memang ada kebutuhan untuk bisa meningkatkan kepercayaan pasar,” kata Josua dalam paparan publik Bank Permata, Kamis, 12 Maret 2026.
Baca juga: Tok! Komisi XI DPR Tunjuk Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua OJK
Menurutnya, dengan terpilihnya pimpinan baru di OJK, regulator diharapkan dapat bergerak lebih cepat, tegas, transparan, dan konsisten dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengaturan sektor jasa keuangan.
Dari sisi pasar modal, Josua menilai salah satu pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian adalah mempercepat transformasi integritas pasar.
Upaya tersebut mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, penguatan fasilitas bagi investor, hingga penyempurnaan aturan terkait free float dan pengawasan konsentrasi kepemilikan.
Baca juga: Komposisi Baru OJK Dinilai Minim Pembaruan, Celios Ingatkan Pentingnya Independensi
Ia juga menilai komitmen pimpinan baru OJK untuk mendorong transformasi integritas pasar modal menjadi langkah penting dalam memperkuat kepercayaan investor.
“Transformasi integritas pasar modal ini menurut saya sangat penting untuk memastikan kepercayaan investor tetap terjaga,” kata dia.
Sementara dari sisi industri perbankan, Josua menilai tantangan bagi pimpinan baru OJK adalah memastikan sistem pengawasan mampu mengikuti dinamika risiko yang terus berkembang.
Menurut dia, perbankan saat ini perlu tetap menjaga kualitas aset agar pertumbuhan kredit tidak menimbulkan risiko di masa mendatang.
Baca juga: Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya memastikan transmisi penurunan suku bunga dapat berlangsung lebih cepat sehingga fungsi intermediasi perbankan dapat lebih optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Tantangan lainnya adalah penguatan pengawasan di sektor perbankan, terutama pada segmen yang relatif lebih rentan,” ujarnya.
Josua mencontohkan sektor bank perekonomian rakyat (BPR) yang masih menghadapi tantangan, terlihat dari sejumlah pencabutan izin usaha dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengawasan terhadap risiko di level mikro tetap menjadi isu penting.
Baca juga: LPS Dorong BPR Tingkatkan Tata Kelola dan Keamanan Siber
Selain itu, regulator juga diharapkan memperkuat pengawasan terhadap risiko siber, meningkatkan perlindungan konsumen, serta memastikan proses konsolidasi industri dan penguatan permodalan perbankan berjalan tanpa menimbulkan gangguan terhadap kepercayaan publik.
“Pengelolaan risiko siber, perlindungan konsumen, dan juga memastikan konsolidasi industri dan pengelolaan modal minimum berjalan ini tanpa menimbulkan gangguan kepercayaan,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More
Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More
Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More
Poin Penting RUPSLB KB Bank menunjuk Tae Doo Kwon sebagai Wakil Komisaris Utama menggantikan Seng… Read More
Bank Indonesia bekerjasama dengan Perbankan menyediakan Penukaran uang baru untuk Lebaran 2026 di Basket Hall… Read More
Poin Penting RUPST BCA menyetujui pembelian kembali saham maksimal Rp5 triliun. Program buyback akan dilaksanakan… Read More