Moneter dan Fiskal

Ekonom Indef Pertanyakan Sumber Anggaran Program Makan Siang Gratis Prabowo

Jakarta – Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengomentari soal program makan siang gratis yang diusung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, program makan siang gratis ini masih dipertanyakan anggarannya akan berasal dari mana. Diisukan bahwa anggaran akan memangkas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), subsidi BBM, hingga wacana menaikkan PPN menjadi 12 persen.

“Jika melihat ruang fiskalnya, utang itu sudah hampir sekitar 37,95 persen porsinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) artinya porsi utang ini kan hampir separo 38 persen dari PDB sementara tax ratio kita baru sekitar 10 persen, kalau kita bandingkan dengan kondisi 10 tahun yang lalu ini turunkan tendensinya baru naik aja kemarin,” jelas Esther dalam acara Memantau Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Kamis, 14 Maret 2024.

Baca juga: Soal Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran, Airlangga: Dibahas Setelah Keputusan KPU

Dengan begitu, salah satu cara untuk menanggung anggaran program makan gratis tersebut adalah meningkatkan ruang fiskal, maka bila dilihat dari struktur APBN adalah pajak.

Selain itu, jika anggaran untuk program makan siang gratis diambil dari dana BOS dinilai sangat tidak adil. Pasalnya, porsi anggaran untuk pendidikan dalam APBN masih sedikit, yakni 20 persen. Bahkan porsinya terhadap PDB hanya 2-4 persen.

“Saya dengar dari dana BOS itu lebih parah lagi, berarti karena itu mengurangi dana dari sektor pendidikan. Nah, ini masih sangat kecil dana untuk sektor pendidikan dibandingkan Indonesia dengan negara-negara lain sehingga ini memprihatinkan,” ungkapnya.

Selanjutnya, jika program ini memangkas anggaran subsidi BBM, maka akan berdampak terhadap kenaikan biaya transportasi, bahkan mendorong inflasi lebih tinggi lagi.

“Terus kalau diambil dari subsidi BBM itu berarti tidak hanya meningkatkan biaya transportasi tapi itu akan mendorong ke arah inflasi. Karena kita tahu penyumbang inflasi terbesar itu dari biaya transportasi, akomodasi kemudian pangan,” papar Esther.

Baca juga: Program Makan Siang Gratis Bakal Telan APBN Rp450 Triliun? Ini Kata Airlangga

Adapun Esther mengusulkan pemerintahan yang baru nanti lebih baik mengalokasikan anggaran untuk program lain yang lebih produktif dibandingkan program makan siang gratis.

“Lebih baik program tersebut itu diarahkan untuk program-program yang lebih produktif meskipun argumentasinya adalah untuk peningkatan pengembangan UMKM, biar UMKM kecipratan, cuma ribet nggak sih bagaimana nanti monitoring dan evaluasinya ketika program makan siang gratis itu di launching,” tandasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

2 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

2 hours ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

3 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

3 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

4 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

4 hours ago