News Update

Ekonom CSED INDEF Cermati Rencana Danantara Masuk ke Bursa

Poin Penting

  • Ekonom CSED INDEF menekankan kepastian regulasi, dengan meminta BEI dan OJK tetap dikelola sesuai aturan agar kepercayaan pasar terjaga.
  • Danantara dinilai berpotensi memperkuat pasar modal, dengan catatan transparansi kebijakan.
  • Komunikasi kebijakan yang terukur dan konsisten dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika ekonomi global.

Jakarta - Mundurnya lima pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi perhatian pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi global.

Wakil Rektor Universitas Paramadina sekaligus Ekonom CSED Indef, Handi Risza, menilai perhatian terutama tertuju pada kejelasan arah pengelolaan lembaga-lembaga keuangan strategis. Menurutnya, BEI dan OJK perlu tetap dijalankan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan.

“Yang dikhawatirkan orang banyak itu bagaimana BEI dan OJK dikelola setelah ini. Sebenarnya tinggal dikembalikan saja ke aturan yang berlaku,” ujarnya saat ditemui usai acara Ekonomi Pancasila Forum 2026 di Jakarta, Sabtu (31/1).

Baca juga: Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri Imbas IHSG Ambruk Dua Hari Beruntun

Baca juga: Ketua, Wakil Ketua, dan Satu Komisioner OJK Mundur, Siapa Menyusul?

Handi menegaskan, sektor keuangan Indonesia telah memiliki payung hukum yang cukup jelas. Oleh karena itu, konsistensi dalam implementasi kebijakan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik dan pelaku pasar.

“Jangan terlalu banyak intervensi yang tidak perlu. Itu bisa menurunkan kepercayaan publik,” katanya.

Handi tidak ingin berspekulasi soal alasan di balik pengunduran diri lima pejabat BEI-OJK. Namun, persoalan tersebut perlu direspons dengan komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan persepsi yang beragam.

“Mau apa pun alasannya, ini menunjukkan ada situasi yang perlu segera ditenangkan,” imbuhnya.

Danantara Berpotensi Perkuat Pasar Modal

Terkait rencana pemerintah membawa Danantara masuk ke BEI, Handi menilai langkah tersebut dapat menjadi peluang bagi penguatan pasar modal nasional.

Namun, ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar tujuan dan dasar hukum kebijakan dapat dipahami dengan baik oleh publik.

“Kalau pemerintah punya rencana besar seperti Danantara masuk ke pasar modal, sebaiknya dijelaskan ke publik. Apa tujuan dan dasar hukumnya, supaya pasar tidak salah paham,” katanya.

Baca juga: Timing Mundur Petinggi OJK Dinilai Tepat untuk Redam Gejolak Pasar

Menurutnya, pasar akan merespons kebijakan secara lebih positif apabila disampaikan secara terukur, konsisten, dan tidak bersifat mendadak.

“Jangan bikin pasar kaget. Apalagi kondisi ekonomi kita juga dipengaruhi situasi global,” imbuhnya.

Page: 1 2

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Begini Cara Menata Ulang Keuangan Pasca Lebaran

Poin Penting PT Asuransi Jiwa Sequis Life mendorong masyarakat melakukan “reset finansial” pasca-Lebaran untuk memulihkan… Read More

6 mins ago

Catat! Jadwal Operasional BNI saat Libur Paskah 2026

Poin Penting BNI tetap menyediakan layanan perbankan selama libur Paskah 3 April 2026 melalui operasional… Read More

50 mins ago

Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Tumbuh 92,9 Persen, Transportasi Hijau Dominan

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Maybank Indonesia tumbuh 92,9% menjadi Rp8,24 triliun pada 2025. Sektor transportasi… Read More

58 mins ago

Pertamina Angkat Bicara soal Kebakaran SPBE Bekasi, Pasokan LPG Dipastikan Aman

Poin Penting Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi menyebabkan 12 orang luka tanpa korban jiwa. Dugaan sementara,… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Melemah 1,25 Persen, Hampir Semua Sektor Bergerak Merah

Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 1,25% ke level 7.094,52 dengan nilai transaksi Rp6,89… Read More

2 hours ago

Sensus Ekonomi 2026, BPS Kerahkan 116 Ribu Petugas

Poin Penting: BPS mengerahkan 116 ribu petugas untuk menjamin akurasi data dalam Sensus Ekonomi 2026.… Read More

2 hours ago